Jenazah Tak Jadi Dipulangkan, Keluarga Atlet Paralayang Asal Kota Batu Rencanakan Pemindahan Makam dari Palu

Andri Sisnanto, adik Ardi Kurniawan, saat menunjukkan foto jenazah kakaknya yang menjadi korban gempa dan tsunami Palu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Andri Sisnanto, adik Ardi Kurniawan, saat menunjukkan foto jenazah kakaknya yang menjadi korban gempa dan tsunami Palu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BATUTIMES - Keluarga besar Ardi Kurniawan harus berbesar hati. Harapan memakamkan jenazah atlet paralayang asal Kota Batu yang menjadi korban meninggal dalam bencana gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), di tanah kelahirannya harus pupus. Jenazah Ardi tidak bisa dipulangkan karena kondisi tidak memungkinkan.

Hari ini (4/10/2018) keluarga berencana menutup liang lahat yang sebelumnya sudah digali dan diperuntukkan bagi jenazah Ardi. "Nanti diuruk (ditutup) tanah dan ditaburi bunga. Kalau sudah memungkinkan, nanti tetap akan digunakan saat Mas Gundul (panggilan akrab Ardi Kurniawan) bisa dibawa pulang," ujar Andri Sisnanto, adik almarhum Ardi.

Meski mencoba tegar, suara Andri kerap tercekat saat menyampaikan kabar pembatalan pemulangan jenazah itu. Bagi Andri, Ardi merupakan kakak, teman, sekaligus guru. Sebab, dua bersaudara itu merupakan atlet paralayang. Ardi selaku kakak kerap mengajari Andri terbang.

Mereka kerap berlatih bersama, bahkan mengikuti kejuaraan bersama. "Dia kakak, teman, sebagai guru yang ngajari saya. Sedih merasa kehilangan. Kalau saya terbang salah, Mas Gundul yang ngasih tahu, yang ngawasi saya kalau ada lomba-lomba," ungkapnya.

Andri mengaku pihak keluarga menerima kabar pembatalan itu Rabu (3/10) sekitar pukul 15.00 WIB. Jenazah harus dikuburkan di sana karena tidak bisa dibawa pulang karena kondisi tidak memungkinkan. Keluarga sempat menolak jika jenazah dimakamkan menjadi satu dalam kuburan masal. "Ya nggak terima kalau dikubur masal. Dia kan atlet Indonesia yang sudah mengharumkan nama bangsa," ucapnya.

Namun setelah dipastikan jenazah Ardi dimakamkan secara khusus dengan diberi penanda, keluarga merelakan. "Semoga nanti kalau situasi sudah kondusif, sudah baik semua bandaranya, bisa kami pindahkan dan dimakamkan dekat dengan keluarga," ungkap Andri.

Andri yang mewakili pihak keluarga mengaku ikhlas meskipun belum sempat melihat langsung kondisi kakaknya pascagempa. "Yang penting sudah berusaha semaksimal yang kami mampu. Semua ikhlas karena itu yang terbaik," katanya.

Ardi Kurniawan (29) merupakan atlet paralayang asal Kota Batu yang menjadi korban tewas saat gempa dan tsunami melanda Palu, Jumat (28/9/2018). Ardi ditemukan tertimbun puing bangunan Hotel Roa-Roa, tempatnya menginap.

Sementara itu, Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kota Batu dr Benny Marcel Pandango yang sebelumnya mengawal pemulangan jenazah Ardi mengungkapkan bahwa pembatalan itu karena terus tertundanya penerbangan. "Ya karena juga kondisi jenazahnya semakin lama sudah kurang baik. Pengelolaan pemulasaraan jenazah kurang optimal kalau harus diangkut antarkota melalui pesawat," urainya melalui sambungan telepon.

Selain itu, situasi dan kondisi di lokasi bencana masih belum memungkinkan. "Di sana angkutan udara lebih memprioritaskan yang membutuhkan pertolongan medis. Keluarga sudah diberi tahu dan menerima kan memang kondisinya tidak memungkinkan," tambahnya.

Terpisah, pemakaman Ardi secara khusus juga disampaikan Ketua Paralayang Sulteng Asgaf Umar melalui akun Facebook miliknya. Dia mengunggah foto sebuah makam yang baru selesai ditimbun. "Dengan segala kerendahan hati dan permohonan maaf yang setinggi-tingginya, saya selaku Ketua Paralayang Sulteng dan seluruh komunitas yang ada di Palu saat ini, tidak dapat mengirimkan jenazah almarhum ARDI KURNIAWAN (Gundul) atlet Nasional asal Jatim untuk kembali ke Malang," tulisnya. 

"Alhamdulillah proses penguburan telah selesai kami Iakukan, semoga almarhum mendapatkan tempat yg Iayak disisi Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa dan Keluarga yg ditinggalkan mendapata kesabaran dan ketabahan," pungkasnya. 

Ardi Kurniawan berada di Palu untuk mengikuti kejuaraan paralayang dalam Palu Nomoni 2018. Ardi yang memuncaki klasemen sementara menjadi korban tewas dalam gempa yang mengguncang Palu pada Jumat (28/9/2018). (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->