Beternak Ular Lagi Marak karena Keuntungan Menggiurkan, Lihat Video-Videonya

Screenshot Video (Youtube : Panji Petualang)
Screenshot Video (Youtube : Panji Petualang)

BATUTIMES - Ular bagi banyak orang dianggap sebagai binatang yang membahayakan. Namun, tidak sedikit yang malah "berteman" dengan cara beternak hewan melata itu.  

Ada keuntungan yang menggiurkan di balik ternak ular. Berikut ini video dan ulasan mengapa orang beternak ular. 

Yang pertama datang dari akun Youtube bernama Bang Info yang memiliki 47 subscriber. Bang Info mem-posting sebuah video berdurasi 10 menit 53 detik pada 5 Oktober 2018 lalu. 

VIDEO : ternak ular penghasil uang banyak

Dalam video tersebut, terlihat seorang laki-laki sedang mengambil puluhan ekor ular yang dipindahkan ke suatu kotak berukuran besar. Video tersebut mendapat 27 like setelah dilihat 53 kali. 

Kedua ada video dari postingan akun Youtube bernama Video On The Spot Terbaru yang mem-posting seorang peternak ular untuk dikonsumsi di wilayah Vietnam. Video tersebut sudah dilihat 7.056 kali sejak dipublis pada 4 September 2018 lalu dan di-subscribe 334.808 akun lainnya. 

VIDEO : Panen Ular!! inilah Peternakan Ular Untuk Konsumsi Di Vietnam. Jumlahnya.... Fantastic!

Berlanjut ke akun Youtube ketiga bernama t4 i. Video berdurasi 3 menit 51 detik tersebut mendapat 4.214 subscribe dan 57 like setelah mem-posting beberapa orang sedang mengambil ular hijau di pohon yang cukup lebat. Penontonnya pun cukup banyak, hampir 49.424 kali diputar dan 28 komentar masuk. 

VIDEO : Panen Ular Hijau, 1 pohon berisi ratusan Ular... SEREM ngeliatnya!!

Akun Youtube New Com adalah salah satu akun yang menampilkan sebuah risiko dalam beternak ular kobra. Karena keberaniannya, video ini dilihat sudah 84.342 sejak di-posting 25 November 2016 lalu. 

VIDEO : BEGINI CARA PANEN TERNAK ULAR KOBRA BIKIN MERINDING

Selanjutnya, video yang hampir sama dengan di atas. Akun Youtube Elang Samudra Juara ini menampilkan seorang sedang memberi makan ular kobra miliknya yang jumlahnya puluhan dan ditata di sebuah kotak plastik bersusun ke atas. Video berdurasi 7 menit 28 detik tersebut sudah dilihat oleh 271 ribu kali dan mendapat 307 like. 

VIDEO : Hii ,, Mengerikan ! Cara Memberi Makan Ular Cobra Ganas

Keenam ada video 5 menit 8 detik dari Keane's Retic Indonesia yang memiliki 2.002 subscriber.  Video itu menampilkan seseorang sedang mengambil telur ular yang berukuran sangat besar. Diperkirakan, telur tersebut akan menetas setelah dipindahkan ke kotak. Sebanyak 210.749 kali diputar, 661 like dan 200 komentar menghujam video yang diposting 22 Juni 2017 ini. 

VIDEO : tiger/F x supertiger platinum/M @2017-1

Terakhir ada video dari Panji Petualang yang mempertontonkan sebuah kawin silang ular hias di daerah Boyolali, Jawa Tengah, pada 16 Agustus 2018 lalu. Penontonnya sudah mencapai 281.834 dengan 5 ribu like yang menghiasi. Selain itu, video berdurasi 10 menit 47 detik itu mendapatkan 944 komentar. 

VIDEO : PETERNAK ULAR INDONESIA BERHASIL BUAT ULAR SILANGAN..BATEATER CHEETAH PYTHON

Ternak ular lagi marak karena beberapa faktor. Di luar negeri, daging ular kobra dipercaya mamou menyembuhkan berbagai penyakit dan digunakan sebagai penambah stamina. Tidak heran jika menekuni bisnis ternak ular kobra secara serius, keuntungan hingga ratusan juta rupiah dapat terealisasi. Harga satu ekor ular kobra induk jantan dan betina sekitar Rp 600.000 per ekor x 2 jadi Rp 1.200.000. Kemudian kandang berukuran 3 x 2 meter harus berdinding kuat, beratap kuat, dan beralas halus seharga Rp 3.000.000,00. Ruang inkubasi dengan harga Rp 2.000.000, media telur dan peralatan lainnya Rp 1.500.000. Makanan ular hanya beberapa minggu sekali katakan Rp 2.000.000. Total dari modal usaha ternak ular adalah Rp 9.700.000. Nah, sepasang kobra sendiri bisa menghasilkan 10 telur hingga 100 telur. Jika dirawat dengan baik dan maksimal, maka akan menghasilkan keuntungan 100 ekor x 100.000 = Rp 10.000.000 selama 3 bulan. Modal Anda sudah kembali. Dan tiga bulan berikutnya keuntungan Anda akan bertambah lagi Rp 10.000.000 dari 1 pasang induk jantan dan betina. (*)

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->