Cerita di Balik Pemulangan Jenazah Dua Atlet Paralayang Korban Gempa Palu

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jatim Arif Eko Wahyudi. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jatim Arif Eko Wahyudi. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Penghargaan terakhir dari Pemprov Jatim dan Pemkot Kota Batu bagi atlet paralayang yang telah berprestasi adalah bisa memulangkan jenazah mereka dan memakamkan di tanah kelahirannya. Itulah yang dilakukan Pemprov Jatim dan Pemkot Batu terhadap almarhum Ardi Kurniawan dan Serda Fahmi Rizky, dua atlet paralayang Jatim yang meninggal akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Saat ini masih ada satu atlet paralayang, yakni Reza Kambey, yang belum ditemukan keberadaannya. Sama sengan Ardi dan Fahmi, Reza adalah atlet paralayang Jatim yang juga bernaung di FASI Kota Batu.

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jatim Arif Eko Wahyudi mengatakan selama delapan hari Pemprov Jatim, Pemkot Batu, dan FASI berusaha untuk memulangkan jenazah Ardi dan Fahmi yang telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Pogepo, Kecamatan Palu Barat. Itu karena keterbatasan mempersiapkan jenazah yang sudah diletakkan dalam peti mati itu sehingga membutuhkan waktu lama.

“Jelas di sana dl(Palu) kondisi beda dengan di sini (Malang). Segala fasilitas sangat susah untuk didapatkan. Hingga akhirnya kerja sama tim pemprov, Pemkot Batu dan FASI bisa membuahkah hasil,” ujar Arif.

Menurut dia, kedua jenazah atlet paralayang itu terpaksa harus segera dimakamkan karena memang tidak ada peti untuk mengamankan jenazah almarhum. “Dan memang kebijakan pemerintah di sana dan presiden RI harus secepatnya dikuburkan,” jelas Arif. 

Proses kepulangan membawa jenazah dari Palu menuju Kota Batu pada Sabtu (6/10/2018) lalu itu berjalan dengan lancar. Karena memang situasi pasca gempa pada Jumat (28/9/2018) sudah mulai kondusif. “Karena keadaan sudah kondusif, sehingga persiapan bisa dilakukan dengan cepat dan lancar. Dan dalam perjalanan tidak ada kendala sama sekali,” imbuhnya kepada BatuTIMES. 

Dan akhirnya, lanjut Arif, Kolonel Pnb Andi Wijaya sebagai komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh bisa memenuhi janjinya memulangkan kedua jenazah tersebut. Kolonel Andi telah berjanji jika situasi di Palu sudah kondusif dan memungkinkan untuk dipulangkan, kedua jenazah akan diupayakan dibawa ke Kota Batu. “Karena memang komandan juga sudah berjanji, secepatnya. Dan alhamdulillah memungkinkan untuk dibawa pulang,” katanya.

Sebelumnya Ardi ditemukan di reruntuhan Hotel Roa-Roa pada Selasa (2/10/2018). Karena kondisi yang tidak kondusif untuk dipulangkan, pihak keluarga mengikhlaskan untuk dimakamkan di TPU Kelurahan Pogepo, Kecamatan Palu Barat, Rabu (3/10/2018).

Sedangkan Fahmi ditemukan di reruntuhan Hotel Roa-Roa pada Kamis (4/10/2018). Sama halnya dengan Ardi, jenazah Fahmi juga sudah dimakamkan bersandingan dengan Ardi saat itu juga. 

Keduanya datang di Kota Palu itu sejak Senin (24/9/2018). Saat itu Ardi dan Fahmi bersama dengan atlet paralayang lainnya menginap di Hotel Roa-Roa. Para atlet itu di sana mengikuti kejuaraan nasional paralayang dalam rangka HUT Kota Palu. (*) 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->