Mobil Museum Penyimpan Sejarah Karya Siswa SMPN 1 Tumpang Curi Perhatian Dewan Juri Nasional

Pemenang juara I Bryan Sakti saat menunjukkan karyanya di Museum Angkut,  Sabtu (6/10/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Pemenang juara I Bryan Sakti saat menunjukkan karyanya di Museum Angkut, Sabtu (6/10/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Mobil museum penyimpan sejarah bertenaga sampah dan matahari menjadi pemenang dalam lomba Toyota Dream Car Art Fest, Sabtu (6/10/2018). Bryan Sakti berhasil meraih juara I dalam perlombaan yang digelar di Museum Angkut.

Bryan menggambar mobil yang dibuatnya dalam bentuk kura-kura. Badan kura-kura itu digambarkan dengan ruangan untuk museum. Kemudian di sekelilingnya dikerumuni dengan anak-anak. 

Menurutnya memilih kura-kura karena hidupnya lama dan bisa menyimpan sejarah. Sehingga ia memilih kura-kura. “Dan kelihatan bagus saja kalau memang dibuat bentuk kura-kura," ujar siswa kelas VIII di SMPN 1 Tumpang ini. 

Menurutnya pemilihan tema ini diambil agar anak Indonesia bisa mengetahui sejarah dengan desain museum yang kreatif. Dengan demikian akan menarik minat anak-anak lebih kreatif untuk masuk di dalam museum.

“Kalau dibentuk seperti ini supaya anak-anak itu mudah masuk ke museum. Supaya ke sana membosankan itu hilang,” jelasnya kepada BatuTIMES.

Ia menambahkan pemilihan mobil museum itu dikarenakan karena saat itu berada di museum. Sehingga saat cocok jika menggambar mobil museum. “Sebenarnya gak perlu susah-susah cari tema menggambarnya. Karena kita sedang berlomba di tengah-tengah koleksi ratusan mobil di dalam museum,” ujar warga Tumpang ini.

Museum Angkut ini lanjut Bryan juga membuatnya memberikan banyak ilmu, karena setiap negara memiliki beragam keunikan dalam memproduksi mobil. 

Sementara itu Head of CSR Toyota Astra Motor Ogi Philardi menambahkan gambar milik Bryan itu berhasil memukau dewan juri karena dari teknik pewarnaan beda dari yang lain. Kemudian dari segi tema simple dan cukup kreatif.

“Tema yang diambil itu  simple dan sesuai dengan tema yakni mobil masa depan. Bisa saja nantinya masa depan itu museum berada di dalam mobil,” ujar Ogi. 

Ia menjelaskan bahwa lomba gambar ini sudah berjalan selama 10 tahun silam. Tentunya untuk memberikan wadah bagi mereka yang suka seni.“Kami ingin memberikan ruang kepada mereka untuk menyalurkan bakatnya tetapi yang membedakan di sini adalah penguatan idenya,” imbuhnya.

Ya lomba ini digelar sebagai sarana pengembangan ide menggambar bagi pelajar. Melihat hal terpenting dalam menuangkan kreativitas dalam menggambar adalah ide. 

Sedangkan yang meraih juara III yakni Olivianus dengan tema mobil kejahatan dan juara II oleh Alika dengan mobil kebudayaan.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->