Pedagang Pasar Baru di Tempat Penampungan Resah Sering Disatroni Maling

Warung di TPS (Tempat Penampungan Sementara) pedagang Pasar Bru milik H yang dibobol maling   (Agus Salam/Jatim TIMES)
Warung di TPS (Tempat Penampungan Sementara) pedagang Pasar Bru milik H yang dibobol maling (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pedagang Pasar Baru Kota Probolinggo, kemalingan. Dalam satu bulan tak hanya sekali, bahkan sampai tiga kali stan atau lapak pedagang dibobol. Belakangan, tiga hari yang lalu, tepatnya pada Jumat malam. Akibatnya, pedagang yang kemalingan menjerit dan mengaku merugi hingga jutaan rupiah.

Salah seorang pedagang bernama Hj Faizah (65) membenarka kabar tersebut. Pedagang yang tinggal di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran itu membenarkan, kalau TPS sering kemalingan.

Disebutkan, satu bulan yang lalu, H. Munir seorang pedagang di TPS 2 bedaknya dibobol pencuri. Akibatnya, timbangan berikut barang pracangan raib. Kini Munir tidak membuka kiosnya, lantaran tak memiliki timbangan. Selain itu persedian daganganya tinggal sedikit, bahkan ada barang dagangan yang habis, namun tidak mampu kulakan.

Tak hanya Munir, dua minggu lalu, Haji Fatima, penjual rempah-rempah dan bumbu dapur, juga bernasib sama. Rempah dan bumbu dapur seperti merica, bawang putih, ketumbar dan dagangan maling dikuras habis. Ibu yang tinggal di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo itupun hartus kulakan lagi, agar tokonya bisa buka lagi. “Itu tokonya di utara tempat saya. Sekarang sudah tutup, orangnya barusan pulang,” jelas Faizah.

Menurutnya, pelaku tidak membobol pintu atau dinding serta atap TPS, melainkan hanya membuka gembok pintu. Faizah heran, karena pintu yang dibuka, gemboknya tidak rusak. “Ya, TPS ini sudah tidak aman. Kami berharap penjagaannya diperketat lagi. Kalau terus terusan kemalingan, kan yang rugi pedagang. Kalau bedak saya aman. Mungkin malingnya gak mau curi sublukan,” ujar Faizah sambil tertawa.

Ia kemudian menyebut, pedagang makanan dan minuman di TPS 5 yang merupakan TPS paling selatan, tiga hari yang lalu kuga kebobolan. Kompor dan dua tabung gas elpijinya, digondol pencuri. Pemilik warung itu bernama Ho tidak bisa jualan akibat tidak mempu membeli kompor berikut tabung gasnya. “Disini dia dipanggil Ho saja. Nama panjangnya, saya tidak tahu. Kejadiannya saya juga tidak tahu,” tambahnya.

Terpisah, Abdullah kepala UPT Pasar Baru membenarkan kabar TPS di jalan Tjut Nya’ Dhien, kebobolan. Ia menyebut ada sejumlah pedagang, yang kehilangan dagangannya. Atas kejadian tersebut, Abdullah mengaku sudah mengumpulkan penjaga malam atau waker TPS.

Bahkan pria yang pernah dinas di Satpol PP itu, mengancam akan mengganti waker, jika kebobolan lagi. “Ya, memang kebobolan. Tiga wakernya sudah saya panggil. Kami minta serius menjaga pasar, jangan tidur terus. Tapi keliling. Kalau kebobolan lagi mau tak ganti waker. Sudah kami ingatkan,” katanya singkat.

 

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->