Warga Keluhkan Proyek Pembangunan Jalan Karena Tak Bisa Jualan

Mistari menunjukkan bisnis studio fotonya yang sepi  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Mistari menunjukkan bisnis studio fotonya yang sepi (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Proyek di Jalan Abdul Ajis, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, disoal. Sebab, proyek jalan beton (Rigit) dinilai tidak hanya merugikan pengendara, tetapi juga merugikan warga sekitar proyek. Warga yang berada di kanan kiri jalan merasa dirugikan.

Sebab, sejak proyek dimulai, mereka repot masuk ke rumahnya, bahkan warga yang berjualan, terpaksa menutup usahanya. Warga juga tidak bisa berobat ke pustu (Puskesmas Pembantu). Akibatnya, dagangannya tidak laku, bahkan tak satupun ada pembeli sebagai akibat akses jalan ditutup total. Bahkan, meski di sisi barat pekerjaannya sudah selesai, jalan belum dibuka.

Kondisi seperti itu diungkap Mistari (47), Senin (8/10) sekitar pukul 12.00. Pria yang rumah tinggalnya di sisi timur jalan tersebut, sudah lebih dari satu bulan tak memiliki penghasilan. Meski begitu, ia tidak menutup studio photonya, mengingat usahanya tersebut ngumpul dengan tempat tinggalnya. “Kami tetap buka. Tapi tidak ada yang foto,” tandasnya.

Lantaran sudah lebih dari satu bulan studionya tidak berpenghasilan, Mistari meminta pemkot atau pelaksana proyek, membuka akses jalan untuk kendaraan roda dua. Ia menyadari, jalan beton yang sudah digarap di sisi barat dalam tahap pengeringan. Namun, ia meminta untuk segera dibuka bagi pejalan kaki dan pengendara roda dua. “Kalau hanya sepeda motor yang lewat, tidak akan rusak,” katanya.

Selain meminta jualan dibuka untuk akses roda dua, Mistari juga berharap, proyek segera diselesaikan. Karenanya, pekerjaan proyek tidak boleh berhenti atau libur apapun alasannya, Jika hal tersebut dilakukan, maka selesainya akan molor dan yang menjadi korban warga sekitar proyek dan pengendara. “Kalau masih ada acara nikahan, belum seberapa pengaruhnya. Karena saya masih bisa memotret resepsi perkawinan. Kalau sekarang kan acara nikahan tidak ada,” tandasnya.

Terpisah, ketua Komisi 3 DPRD setempat, Agus Riyanto, akan menyampaikan keluhan warga ke kontraktor proyek. Bahkan komisinya, akan melakukan sidak, agar mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Jika informasi dari masyarakat benar adanya, maka ia akan meminta, proyek dikebut dan jalan yang pembetonnya sudah selesai, segera dibuka. “Kami akan turun ke lapangan. Ya sesegera mungkin,” ujarnya singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->