Penuhi Keinginan, Jenazah Atlet Paralayang Reza Korban Tsunami Dimakamkan di Puncak Bukit

TPU massal korban gempa palu tempat disemayamkannya Reza di atas bukit. (Foto: ig@si_get)
TPU massal korban gempa palu tempat disemayamkannya Reza di atas bukit. (Foto: ig@si_get)

BATUTIMES - Setelah diidentifikasi, jenazah Reza Christianto Kambey langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya, Palu, di sebuah puncak bukit. Pemakaman itu menjadi keinginan almarhum Reza sebelum kejadian Gempa di Palu Sulawesi Tengah Jumat (28/9/2018). 

Pelatih Paralayang Gendon Sumbandon yang ikut dalam pencarian atlet yang tertimbun di hotel Roa Roa Palu itu menceritakan bahwa Reza minta dimakamkan di tempat kesukaannya. “Reza pernah bilang kalau dia suka dengan tempat yang tinggi. Jadi dia ingin dimakamkan di tempat tinggi seperti tempat take off saat dia terbang," ungkap Gendon, Senin (8/10/2018).

Akhirnya keinginkan Reza itu langsung diwujudkan oleh tim Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang ada di sana. Dengan demikian tidak ada rencana untuk pemulangan jenazah Reza.

Pihak keluarga juga telah mengikhlaskan kepergiaan Reza untuk selama-lamanya. “Karena memang ini keinginan Reza yang bisa kami lakukan adalah mewujudkan permintaannya dan semoga almarhum husnul khotimah,” imbuhnya. 

Hingga selama 10 hari sampai hari ini tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah merampungkan evakuasi hotel Roa Roa yang ambruk itu disimpulkan bahwa ada empat jenazah yang belum teridentifikasi.

Diduga Reza sudah ditemukan saat kunjungan presiden RI Joko Widodo ke dua di Palu pada Rabu (3/10/2018). Saat itu memang Basarnas menemukan 4 jenazah di reruntuhan hotel Roa Roa tetapi masih belum dapat diidentifikasi. 

Tidak dapat diidentifikasinya Reza itu diduga Almarhum tidak menggunakan atribut atau identitas lparalayang dan sebagainya. Sehingga membuat tim kesulitan mengidentifikasi jenazah. 

Tetapi setelah menyusuri keseluruhan hotel akhirnya bisa dipastikan 70 persen jika merupakan jenazah Reza karena diketemukan tidak berjauhan dengan tas tangan miliknya. 

Ditambah setelah laporan Basarnas melaporkan hanya tinggal 4 jenazah yang tidak dapat diidentifikasi. Dari 4 jenazah itu, 3 perempuan dan 1 pria. Dengan demikian dipastikan adalah jenazah Reza.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->