Polresta Ajak TNI dan Wartawan Perangi Kabar Hoax

Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal saat acara cangkrukan bersama Kodim dan Wartawan (Agus Salam/Jatim TIMES)
Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal saat acara cangkrukan bersama Kodim dan Wartawan (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Meski status Zona merah dicabut usai pilkada serentak kemarin, Polres Probolinggo Kota tetap waspada menghadapi Pipres dan Pileg tahun depan (2019). Karenanya, Polres yang dipimpin AKBP Alfian Nurrrizal, Senin (08/10) pukul 10.00, mengumpulkan para perwiranya.

Tak hanya itu, acara yang dikemas Cangkrukan Kamtibmas tersebut menghadirkan sejumlah perwira TNI, terutama Koramil yang berada di wilayahnya. Tak hanya perwira, Dandim 0820 Letkol Inf. Defri Rio Saransi, berkesempatan hadir di acara yang digelar di halaman depan Wisma Kapolresta tersebut.

Dalam pengantar acara yang dikemas diskusi tersebut, kapolresta sempat menyinggung soal maraknya berita hoax dan ujaran kebencian di sejumlah medsos. Agar tidak meluas sehingga meresahkan warga, pihaknya akan terus memantau, bekerjasama dengan TNI membentuk time cybertroupe.

Pihaknya tidak akan segan-segan menindak penebar berita bohong dan ujaran kebencian. Bahkan pihaknya nanti juga akan mengawasi penipuan yang berkedok jual-beli online, yang tak kalah maraknya dengan dua permasalahan tersebut. “Untuk penebar berita hoax dan ujaran kebencian, kami jerat dengan Undang-undang IT. Sedang penipuan, kami pakai KUHP,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Alfian meminta awak media untuk memberitakan sesuai fakta di lapangan. Dan tridak menulis berita yang berdampak tidak nyaman atau meresahkan masyarakat. Apalagi saat ini tahun politik. “Tapi kami yakin, wartawan di sini beritanya sesuai fakta. Dan ini sudah terbukti,. Meski beritanya memanas, namun suasana tetap sejuk,” ujarnya.

Alfian kemudian mencontohkan soal penangkapan 15 teroris di wilayahnya dan kasus karnaval TK yang berbusana dan beratribut teroris. Meski tanggapan masyarakat dan nitizen berwarna-warni, namun suasana kondusif. Dan yang lebih penting, tambah Alfian, masyarakat dan pemangku kepentingan serta tokoh agama dan masyarakat yakin, kalau pendidikan karakter kekerasan di wilayahnya tidak ada.

Keyakinan seperti itu  muncul akibat media yang memberitakan sesuai kenyataan di lapangan, meski nitizen membombardir dengan berita miring. Karena itu, kapolresta meminta berita berimbang dan tidak ada pengaruh dari orang lain, tetap dipertahankan. Agar pelaksanaan pilpres dan pileg akan datang, sejuk dan kondusif seperti pada pelaksanaan pilkda serentak.

Dalam kesempatan itu, Alfian berharap sinergitas tiga pilar antara polresta dengan TNI dan wartawan yang sudah terbangun dan terpelihara, tetap dijaga. Sebab menurutnya, sinergitas tiga pilar tersebut membuat suasana menjadi aman. Apapun kegiatan yang digelar masyarakat dan gelaran pemilu akan datang, jika tiga pilar ini bersinergi, permasalahan tidak akan muncul,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkap Dandim 0820 Letkol Kav Depri Rio Saransi. Orang nomor satu di jajaran Kodim tersebut berpesan, suasana sejuk antara TNI, Polresta dan awak media tetap terpelihara, meski dirinya, dalam waktu tak lama lagi akan meninggalkan Probolinggo. Ia akan tetap mengingat kejadian karnaval TK yang terjadi ditanggal 18/8/2018 dimanapan bertugas.

Sebab, kejadian yang sempat dirinya bertemu dengan jendral berbintang empat dan Komnas Perlindungan anak, mengantarnya untuk lebih bijak dalam menghadapi sebuah persoalan. Dan pelajaran itu didapat di wilayahnya, yakni Probolinggo. “Kami tak lama lagi akan meninggalkan kota tercinta ini. Kami pindah bukan karena ada persoalan. Di masa kepemimpinan kami, permasalahan sudah kami selesaikan. Kami bertugas di Surabaya," pungkasnya, sekaligus berpamitan

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->