Suasana Musim Semi di Jepang ternyata Juga Bisa Dirasakan di Kota Batu, Yuk Intip Suasananya

Deretan pohon tabebuya bermekaran di sepanjang Jl Jl Ksatrian Arhanud, Desa Pendem Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Deretan pohon tabebuya bermekaran di sepanjang Jl Jl Ksatrian Arhanud, Desa Pendem Kecamatan Junrejo. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Ingin merasakan suasana musim semi disertai indahnya bunga sakura? Kini tak perlu jauh-jauh ke Jepang karena di Kota Batu juga ada. Tepatnya di sepanjang Jl Ksatrian Arhanud, Desa Pendem Kecamatan Junrejo.

Kalau berkunjung ke lokasi itu sekarang maka Anda akan melihat di sepanjang kanan kiri jalan berjejer-jejer pohon tabebuya berwarna kuning sedang bermekaran. Pohon-pohon itu sedang dipenuhi bunga tabebuya yang sedang bermekaran.

Bunga-bunga tabebuya itu tampak berguguran layaknya bunga sakura. Banyak orang menyebutnya sebagai tanaman Sakura, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura. 

Saat bunganya bermekaran daunya terlihat sangat jarang. Bahkan bisa terlihat hampir di seluruh bagian pucuknya ditumbuhi bunga berwarna kuning cerah. 

Tanaman Tabebuya memiliki bunga yang berbeda-beda warna, selain warna kuning dan berbentuk terompet.  Spesies pohon tabebuya memiliki warna yang berbeda-beda seperti putih, pink muda, kuning ke-orange-an, magenta, pink tua, dan ada yang merah.

Untuk bunga tabebuya yang kuning terompet memiliki panjang 3 –11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol. 

Tabebuya pada musim berbunganya mampu menghasilkan bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak musim panas hingga menjelang musim hujan. 

Sebab habitat asli tabebuya berasal dari daerah dengan iklim kering. Sehingga memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam kondisi kekeringan seperti saat ini.

Momen yang jarang terjadi ini pun menjadi daya tarik masyarakat yang melintasi jalan tersebut dan mengabadikannya untuk berswafoto. 

Annisa Nur warga Desa Pendem, Kecamatan Junrejo misalnya. Ia mengatakan setiap musim kemarau pohon tabebuya bermekaran dengan indah sehingga sangat disayangkan jika tidak berswafoto mengabadikan momen tersebut.

“Sangat bagus sekali pemandangan seperti. Kalau menurut saya bisa jadi destinasi wisata juga. Pasti wisatawan iuga tertarik dengan keindahan yang alami seperti ini,” ujar Annisa, Selasa (9/10/2018).

Ia menambahkan pemandangan ini bisa menjadi destinasi baru di Desa Pendem dengan menyaksikan pohon tabebuya di sepanjang jalan.

Sebab meskipun di beberapa titik lain banyak pohon tabebuya bermekaran tentu tidak sebanyak di tempat tersebut.

“Dan memang banyak yang di tempat lain, tapi menurut saya enggak sebanyak di sini. Kalau di tempat lain mungkin hanya beberapa saja,” imbuhnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->