Anak Pangungsi Palu Akhirnya Bisa Sekolah di Kota Probolinggo

Ketiga anak yang sekolah di Palu saat berkumpul orang tuanya di Ketapang Kota Probolinggo, Rabu (10/10/2018) (Agus Salam/Jatim TIMES)
Ketiga anak yang sekolah di Palu saat berkumpul orang tuanya di Ketapang Kota Probolinggo, Rabu (10/10/2018) (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Akhirnya, anak korban tsunami Palu yang mengungsi di Kota Probolinggo, bisa bersekolah. Hanya saja, kedua anak pasutri Moch Viekha Rahardika (33), dan Shinta Permatasari (3) tidak sekolah di SDN Sukabumi 4 di Jalan Soekarno Hatta, seperti yang diinginkan orang tuanya.

Roro Kesya (12) yang duduk di kelas 6 dan Muhammad Naufal Kadafi (9) kelas3 sekolah di SDN Sukabumi 4, mulai, Selasa (10/10).

Sedang anak ketiganya Roro Sabilillah (5) belajar di TK Tunas Bangsa Perum Kopian. Hal tersebut dijelaskan Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disikpora) Budi Wahyu Rianto, Selasa (9/10/2018).

Kedua siswa yang masih berstatus pelajar di SDN Palu, Sulawesi Tengah, sekolah diSDN tersebut, sifatnya sementara. Mereka masih berstatus siswa titipan sampai kondisi di Palu normal kembali.

Meski begitu, keduanya bisa menetap sekolah di SDN Sukabumi 4, jika tidak kembali ke Palu. “Bisa sekolah di sini seterusnya. Tergantung orang tuanya,” katanya.

Saat ditanya Zonasi yang diterapkan disdiknas tahun ini, Budi menjelaskan tidak masalah tidak sesuai zonasi. Karena kedua anak tersebut, korban bencana alam yang harus diprioritaskan.

“Memang harus sekolah di dekat rumah tinggal siswa. Tapi ini tiket khusus. Mereka kan  korban gempa dan tsunami, dikecualikan. Anaknya bebas memili,” tambahnya.

Disebutkan, awalnya orang tua merencanakan Roro dan Naufal sekolah di SD Sukabumi 2. Namun, rencana tersebut batal setelah pasutri dan dua anaknya mendengarkan penjelasan dari Budi.

Mengingat, SDN Sukabumi 2 dan 4 sama-sama menerapkan K13. “Pilhannya ke SDN Sukabumi 4, karena lebih dekat dengan tempat tinggalnya,” tandas Budi.

Ia meminta agar orang tuanya melapor ke SD tempat asal sekolah atau Diknas Palu, kalau dua anaknya sudah belajar di SDN Kota Probolinggo.

Bahkan absensinya juga dilaporkan, agar sekolah asal mengetahui siswanya sudah sekolah. Dan orang tua diminta untuk mendaftarkan putrinya yang sudah kelas 6 untuk ikut ujian. “Koordinasi dengan sekolah di Palu. Pendaftaran ujiannya juga di sana,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->