Polemik Antara Warga dan Pengelola Jalan Tol Probolinggo Belum Ada Titik Temu

Saat warga Dusun Gunung Tugel berdialog dengan pihak jalan tol kemarin di pendopo Desa Tongas Kulon, Rabu (10/10/2018) (Foto : Istimewa)
Saat warga Dusun Gunung Tugel berdialog dengan pihak jalan tol kemarin di pendopo Desa Tongas Kulon, Rabu (10/10/2018) (Foto : Istimewa)

BATUTIMES - Janji PT Trans Jawa, Pengelola Jalan Tol untuk meninjau lokasi saat bertemu warga Dusun Gunung Tugel, RT 24 dan 25, RW 8, Desa Tonags Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Selasa (9/10) kemarin, ditepati.

Rabu (10/10) pagi, PT Trans Jawa, bersama PT Waskita Karya (Persero), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemdntrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta perwakilan warga meninjau lokasi Kilo Meter (KM) 11-700. Lokasi yang diminta warga untuk dibuatkan jalan tembus

Hasilnya, belum ada kesepakatan antara pihak tol dengan warga, apakah permintaan warga akan dipenuhi atau tidak. Diperkirakan 2 sampai 3 hari kesepakatan akan dibuat. Mengingat perwakilan warga yang ikut meninjau lokasi, masih akan berembuk dengan warga. “Belum. Belum ada kesepahaman,” terang Agus Winarno, PPK Proyek Jalan Tol.

Meski begitu, lanjut Agus saat peninjauan lokasi, pihak PT Wakita sudah menjelaskan kepada perwakilan warga, kalau di lokasi KM 11.700 itu, tidak mungkin dibangun jalan tembus. Mengingat, lokasi tersebut tidak memenuhi persyaratan konstruksi sesuai atruran pemerintah. “Warga diarahkan lewat di jalan tembus frontage yang sudah ada,” tambahnya.

Hanya saja, jalan tembus yang berjarak 200 meter lebih dari lokasi yang diminta warga, belum seluruhnya selesai digarap. Hanya saja, warga belum sepakat dengan tawaran pihak tol. Warga tetap menginginjan jalan tembus baru di sisi timur jalan frontage.

“Kita menunggu hasil rembuk warga. Perwakilan warga, tadi sudah mendapat penjelasan dari Waskita,” pungkasnya.

Sementara itu, Mistama ketua RT 24 mengatakan, tuntutan warga sulit direalisasikan. Karena saat peninjauan lapangan dijelaskan, salah satu persyaratan jalan tembus, minimal ttingginya 5,1 meter. Sedang di lokasi tinggi jalan tol diatas 2 meter lebih.

“Sepertinya jalan tembus yang diminta warga terkendala tinggi. Syarat kontruksi minimal 5,1 meter tingginya. Jadi tidak mungkin ada jalan tembus,” ujarnya.

Karena itu, Mistama akan menyampaikan hasil dan penjelasan yang didapat dari pihak jalan tol. Mengingat, yang ikut ke lapangan hanya beberapa perwakilan warga. Ia juga akan menyampaikan kalau pohak tol menawarkan warga tetap lewat di frontage yang jauhnya sekitar 265 meter dari lokasi jalan tembus yang diinginkan warga. “Ya, kami berembuk dulu dengan warga. Apakah warga setuju atau tidak,” tandasnya.

 

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->