Gugatan Perdata Kasus KSU Mitra Perkasa Dicabut, Ini Alasannya

Tim penasehat hukum penggugat (KSU Mitra Prerkasa Katim) saat sidang kedua kasus perdata yang dicabut  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Tim penasehat hukum penggugat (KSU Mitra Prerkasa Katim) saat sidang kedua kasus perdata yang dicabut (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Gugatan Deddy Yuniarto Widiyas Pramono, Liaisoan Officer pada koperasi seba usaha (KSU) Koperasi Mitra Perkasa (MP) Jatim terhadap 8 orang pengurus koperasi dan turut tergugat Bang Bukopin, akhirnya dicabut.

Perkara perdata tersebut dicabut pada sidang kedua di PN (Pengadilan Negeri) Probolinggo , Kamis (11/10) siang.

Dengan demikian, sidang yang dipimpin hakim ketua Isnaini Imroatus dan hakim anggota Eva Rina Sihombing dan Sylvia Yudhiastikan, berlangsung cepat sekitar 30 menit.

Usai pemeriksaan dokumen penasehat hukum (PH) tergugat, hakin ketua membacakan surat pencabutan gugatan uang diakhiri ketokan palu, tanda sidang berakhir atau ditutup.

Usai sidang, Penasehat hukum Deddy Yuniarto (Koperasi MP Jatim) Ikhwan mengatakan, pihaknya mencabut gugatan perdata nomor 38/Pdt.G/2018/PN.Pbl, karena para tergugat tidak hadir pada sidang pertama, kecuali turut tergugat.

Alasan kedua, karena berdasarkan penjelasan dari turut tergugat (Bank Bukopin), ada kesalahan prinsipil dan alamat para tergugat.

Karenanya, gugatan perdata yang diregitrasikan di PN Probolinggo pada Rabu (12/9) bulan kemarin, dicabut.

Ikhwan mengatakan, pihaknya akan memperbaiki kesalahan prinsipil dan alamat tergugat. Setelah selesai, pihaknya akan mengajukan gugatan lagi kasus perdata tersebut.

“Kami masih perbaiki dulu. Nanti kalau sudah selesai, kami akan ajukan gugatan lagi,” katanya sebelum meninggalkan PN.  .  

Sementara itu, penasehat hukum tergugat 2 dan 6 Hasmoko mengatakan, menerima kasus perdata kliennya dicabut. Meski belum ditandatangani Penasehat Hukum penggugat dan tidak dihadiri penggugat. Karena pencabutan gugatan perdata itu tidak sesuai dengan prisnsipil.

“Kami tidak mempermasalahkan. Kami menerima pencabutan gugatan perdata klien kami,” ujar Hasmoko, usai sidang.  

Seperti diberitakan sebelumnya, Putut Gunawarman dan rekan sebagai kuasa hukum penggugat. Gugatan dugaan perbuatan melawan hukum tersebut didaftarkan ke PN Probolinggo, Rabu (12/9) kemarin.

Dijelaskan, pihaknya menggugat 8 pengurus koperasi Mitra Perkasa, lantaran mereka telah meng-atasnamakan koperasi, meminjam uang sebesar Rp3 miliar tahun 2013 ke Bank Bukopin.

Hanya saja uang pinjaman tersebut tidak dimasukkan ke pembukuan koperasi, tetapi digunakan untuk keperluan lain.

Menurut Putut, ada 8 pengurus koperasi yang memberi kuasa kepada koperasi untuk mengambil kredit atau meminjam uang ke Bank Bukopin. Namun, ia tidak menyebut 8 nama yang telah membubuhkan tandatangannya dalam surat pengajuan kredit tersebut.

Putut hanya menyebut, jabatan dalam koperasi seperti, ketua 1 dan 2, Bandahara, sekretaris 1 dan 2 serta ada yang jabatannya pengawas koperasi.

Beberapa dari mereka masih ada ikatan keluarga. Dalan kesempatan itu, Putut juga menyebut, Bank Bukopin turut tergugat.

Hanya saja, ia tidak menjelaskan, mengapa Bank yang beralamatkan di Jalan Soekarno-Hatta tersebut turut digugat. Putut hanya mengatakan, kalau Bank Bukopin nantinya harus tunduk pada putusan gugatan perkara tersebut. 

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->