Pabrik Keramik Dilaporkan Mantan Karyawannya Terkait Uang Denda

Dua mantan karyawan PT SKI, saat melapor ke mapolresta  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Dua mantan karyawan PT SKI, saat melapor ke mapolresta (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Tak hanya ke DPRD, mantan karyawan PT Sumbertaman Keramik Industri (SKI) juga melaporkan perusahaannya ke Polres Probolinggo Kota, Jumat (12/10) siang. Dua Karyawan tersebut meminta polresta menyelidiki uang denda atau uang kondite karyawan.

Dua mantan karyawan SKI tersebut adalah, Minati Daniswari (23) dan Sri Wahyuni (25). Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), mereka menceritakan pemotongan denda dan alurnya. Disebutkan dana kondite masuk ke koperasi dan karyawan kontrak tidak menerima Sisa Hasul Usaha (SHU). Menurutnya, yang menerima SHU hanya karyawan tetap.

Keduanya kemudian menceritakan denda yang diberlakukan ke seluruh karyawan. Di antaranya, mengenakan masker yang model dan bentuknya tidak sama. Menjual makanan dan karyawan yang membeli, juga didenda. Merusak gembok, dan tidak memanggil bapak ke atasan, juga didenda. “Pokoknya, potongannya banyak. Tiap kesalahan didenda Rp20 ribu. Pokoknya serba Rp50 ribu wis,” ujar Minati.

Potongan yang mahal, kalau karyawan memecahkan atau merusak produk keramik. Menurutnya, denda tergantung harga keramik. Jika harganya mahal, maka secara otomatis, dendanya ikut mahal. Dan hanya denda memecah dan merusak produk yang ada tanda buktinya. Sedang uang denda yang lain, tidak ada tanda terimanya. “Hanya dicomot saja. Yang minta uang denda, satpam,” tandasnya.

Karenanya, mereka berdua meminta polresta untuk menyelidiki uang kondite tersebut. Agar semuanya jelas dan tidak menjadi pertanyaan sebagian besar karyawan. Utamanya karyawan tidak tetap (Kontrak). Keduanya hanya mewakili ratusan karyawan yang bernasib sama, namun mereka tidak berani melapor. “Karyawan yang sama nasibnya dengan saya, ratusan jumlahnya. Mereka tidak berani macam-macam, karena akan diberhentikan,” pungkasnya

Saat dikonfirmasi, Kanit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) Iptu. Abdul Wahid membenarkan, kalau dua mantan karyawan PT SKI melapor. Hanya saja, laporan tersebut belum bisa ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Mengingat, laporan tersebut belum bisa digelar hari itu. “Laporannya sudah kami terima. Tapi besok sabtu kami gelar,” katanya singkat.

Terpisah, ketua Koperasi Gotong Royong PT SKI Haryono, saat dihubungi via seluler menjelaskan, urusan koperasi sudah selesai. Ia mengatakan, kalau uang denda yang ada di koperasi dan jumlahnya sudah dilaporkan ke DKUPP. “Urusan uang denda yang ada di Kopreasi. Sudah saya laporkan ke DKUPP. Siapa nama karyawan yang melapor itu,” ujar Haryono, balik bertanya.

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
Sumber :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->