Sempat Samakan Skor, Arema FC Akhirnya Menyerah dari PSM

Pemain Arema FC sebelum menjalani pertandingan. (instagram @aremafcofficial)
Pemain Arema FC sebelum menjalani pertandingan. (instagram @aremafcofficial)

BATUTIMES - Sempat menyamakan kedudukan lewat gol Ahmad Nur Hardianto, Singo Edan Arema harus mengakui kekalahan dari PSM. Arema kalah 2-1 setelah PSM mencetak gol melalui M. Rahmat dan Guy Junior.

Dalam laga itu, terutama babak kedua, Arema FC lebih berinisiatif melakukan serangan. Makan Konate yang diplot sebagai free role beberapa kali membuat pemain tengah maupun pemain belakang PSM Makassar kerepotan.

Perubahan taktik memang banyak dilakukan pelatih Arema FC Milan Petrovic di babak kedua. Misalnya dia mengubah strateginya dengan memasukkan M. Rafli dan menarik Jayus Hariono.

Perubahan tersebut tampak sangat berefek kepada permainan Singo Edan. Rafli menjadi pemain yang mampu men-delay serangan. Hasilnya lagi, menit 60 Hardianto sukses menggetarkan gawang PSM setelah menerima umpan cut back dari Rafli.

Beberapa menit berikutnya, pertandingan sempat terhenti karena pemain PSM menganggap bola yang sempat menjadi kemelut sudah melewati garis gawang alias gol. Tetapi, asisten wasit 1 menganggap pelanggaran dan bola untuk Arema FC. Karena kejadian itu, sempat terjadi adu mulut antara wasit dan pemain PSM yang tidak terima akan keputusannya. Namun wasit tetap teguh dengan apa yang sudah dikomunikasikan dengan hakim garis.

Delapan menit berselang, tepatnya menit 68, PSM benar-benar menciptakan gol melalui kaki Guy Junior. Rafli yang melakukan kesalahan saat membuang bola justru mengarah kepada kaki striker tuan rumah. Dengan tenang Guy menceploskan bola sehingga berbuah gol.

Pertandingan semakin menarik karena kedua tim semangat dalam melakukan serangan. Konate dan Rafli menjadi pemain kunci Arema FC saat mengatur serangan. Tetapi, Hardianto menjadi pemain yang sangat diwaspadai setelah mencetak gol penyama kedudukan.

Menit 85 Hardianto hampir saja mencetak gol kedua andai shooting setengah volinya tidak membentur mistar gawang. Peluang tersebut tampaknya menjadi yang terakhir bagi Arema FC. Dan skor 2-1 tetap bertahan bagi kemenangan PSM Makassar. (*)

 

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Aditya Fachril Bayu
-->
  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->