Kelulusan Youtuber Bayu Skak di UM Kontroversial, Kuliah Tujuh Tahun Tiba-Tiba Dikabarkan Lulus

Bayu Skak mengenakan almamater UM. (foto: Instagram Bayu Skak)
Bayu Skak mengenakan almamater UM. (foto: Instagram Bayu Skak)

BATUTIMES - Akhir-akhir ini sedang ramai pemberitaan di berbagai media nasional mengenai Bayu Skak yang tertulis 'diluluskan' oleh Universitas Negeri Malang (UM).

Disebutkan bahwa selama 3,5 tahun Bayu absen kuliah. Bayu sendiri sudah 7 tahun lebih berstatus mahasiswa.

Dalam berbagai pemberitaan-pemberitaan tersebut ditulis bahwa Bayu lulus sebagai sarjana. Bayu sendiri sempat menceritakan pengalaman kelulusannya tersebut melalui instagram.

Bayu menyatakan bahwa yang menjadi pertimbangan UM agar dia lulus adalah karya Bayu yaitu film yang berjudul YOWIS BEN.

Dalam film tersebut, Bayu merangkap sebagai penulis, sutradara, sekaligus pemain. Ditulis dalam caption bahwa film tersebut sukses mengangkat Bahasa Daerah, jumlah penonton 935 ribu, dan diapresiasi oleh Presiden.

UM kemudian mengapresiasi kerja kerasnya dan melihat itu sebagai prestasi yang gemilang. 

Pemberitaan kelulusan Bayu Skak tersebut lantas menimbulkan banyak perdebatan. Terlebih lagi dari mahasiswa UM sendiri.

Pasalnya, tertulis bahwa Bayu lulus sebagai sarjana. Padahal, Bayu merupakan mahasiswa diploma, tepatnya D3 Game Animasi.

Kemudian, maksimal studi di UM untuk D3 adalah 5 tahun. Sementara Bayu baru lulus tahun ini. Padahal, Bayu merupakan mahasiswa angkatan 2011.

Setelah dikonfirmasi ke fakultasnya, yakni Fakultas Sastra UM, ternyata Bayu Skak bukan lulus sebagai sarjana, melainkan tetap sebagai D3.

Hal ini dinyatakan oleh Wakil Dekan II Fakultas Sastra Dr. Roekhan, M. Pd.

"Bayu tetap lulus sebagai D3 Game Animasi, bukan S1," ungkapnya.

Lebih lanjut Roekhan menyatakan bahwa pemberitaan di media memang melenceng.

Di berbagai judul berita, tertulis bahwa Bayu Skak 'diluluskan' oleh UM. Padahal, menurut penuturan Roekhan, Bayu sudah lama mengurus perkuliahannya melalui karya-karyanya.

Jadi, karya-karya Bayu diekuivalensi dengan matakuliah-matakuliahnya berikut juga tugas akhir (skripsi).

"Komunikasinya sudah lama dengan Korprodi. Dia juga sudah datang ke sini beberapa kali untuk memproses penyelesaian itu. Karena kan untuk rekognisi itu harus ada portofolio-portofolio yang harus dikirim yang bisa dinilai oleh dosen-dosen untuk diekuivalensikan dengan matakuliah-matakuliahnya," papar Roekhan.

Jadi, Bayu Skak tidak begitu saja lulus. Sebelum-sebelumnya dia sudah mengurus prosesnya sejak lama.

Dalam daftar PDDIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) pun nama Bayu Skak masih dinyatakan aktif.

Mengenai tugas akhir melalui karya, menurut Roekhan memang lumrah di UM.

Namun, kelulusan melalui karya ini memang harus diajukan terlebih dahulu dan melalui proses yang berbeda dari skripsi biasa. Nantinya akan ada tim penilai khusus dari program studi.

"Hal seperti itu juga sering terjadi pada perkuliahan-perkuliahan. Seorang dosen yang mensyaratkan kepada mahasiswanya untuk membuat karya dan disetarakan dengan nilainya. Dan mahasiswa tersebut diizinkan untuk tidak mengikuti perkuliahan apabila sudah memenuhi target tersebut," tutur Roekhan.

"Nah ini kebetulan yang bersangkutan itu ada karya yang memang bisa disetarakan bahkan lebih dari tugas akhir," imbuhnya.

Nah, mengenai ketentuan karya yang bisa diekuivalensikan ke matakuliah, sepenuhnya diserahkan kepada prodi.

Karena yang menentukan itu adalah tim penilai yang berasal dari prodi masing-masing.

Lebih lanjut Roekhan menyatakan bahwa di UM ini, mahasiswa-mahasiswa yang masih bisa diselamatkan maka akan diselamatkan.

"Bayu itu hanya tinggal satu langkah saja sehingga eman-eman kalau tidak diselesaikan. Karena kalau DO itu kan juga tidak bagus. Itulah yang diambil oleh lembaga untuk menyelamatkan anak-anak yang memang memiliki potensi bagus untuk dibantu sampai tahap akhir," ujarnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->