Kontroversial, Pegawai Negeri Pemkot Malang Sebut Dasar Negara Bukan Pancasila

Tangkapan layar unggahan warganet terkait status Facebook salah satu pegawai negeri Pemkot Malang yang menuliskan bahwa dasar negara bukan Pancasila. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Tangkapan layar unggahan warganet terkait status Facebook salah satu pegawai negeri Pemkot Malang yang menuliskan bahwa dasar negara bukan Pancasila. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

BATUTIMES - Pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membuat heboh dunia maya. 

Salah satu aparatur sipil negara (ASN) di kota dingin itu membuat unggahan status kontroversial. 

Alih-alih menulis terkait cinta tanah air, pegawai atas nama Bambang Setiono justru menyatakan bahwa Pancasila bukan merupakan Dasar NKRI. 

Hal tersebut diunggah dalam status Facebook pada 22 Oktober  2018, pukul 19.18 WIB lalu. 

Bambang Setiono menuliskan status dengan latar belakang warna gradasi ungu.

"Dasar negara Indonesia adalah Ketuhanan Yang Maha Esa bukan Pancasila," demikian tulisnya.

Dalam kolom keterangan diri, Bambang menuliskan bahwa dirinya bekerja sebagai PNS Pemkot Malang. 

Dalam penelusuran MalangTIMES, yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Penerangan Jalan, Bidang Penerangan Jalan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang pada SK yang bertanggal 30 Desember 2016. 

Namun, status Facebook tersebut saat ini telah dihapus. Akun yang bersangkutan juga terlihat tidak lagi aktif. 

Meski demikian, tangkapan layar itu telah menyebar di berbagai media sosial dan grup percakapan WhatsApp.

Misalnya oleh pemilik akun Akhmad Nur Hasyim yang mengunggah tangkapan layar (screenshot) status Bambang Setiono itu ke grup Komunitas Peduli Malang (Asli Malang). 

"Aparatur sipil negara. Update status dasar negara bukan Pancasila. Apakah betul? Mohon pencerahan," demikian tulisnya. 

Otomatis unggahan itu mendapatkan berbagai tanggapan warganet. Sayangnya, posting tersebut juga lantas dihapus dari laman grup.

Status kontroversial itu rupanya telah diketahui Wali Kota Malang Sutiaji. 

Melalui pesan tertulis di grup WhatsApp, Sutiaji mengungkapkan bahwa Pemkot Malang tengah melakukan tindakan klarifikasi. 

"Makasih temen-teman yang masih mau mengkritisi dan memberikan saran pada kami, untuk kasus ini sudah saya perintahkan Sekda dan Asisten 2, InsyaAllah sekarang sedang dipanggil (Bambang Setiono)," tulis Sutiaji.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto membenarkan dirinya telah memanggil Bambang Setiono sesuai perintah Wali Kota Malang Sutiaji. Dia lantas menanyakan motif tulisan status tersebut. 

"Ini tadi saya panggil, dia menjelaskan bahwa pesan itu berdasarkan kesimpulan ceramah yang didengar melalui seorang ulama," kata Wasto saat ditemui di Balaikota Malang.

Setelah berdialog dengan yang bersangkutan, lanjut Wasto, Bambang mengaku status ditulisnya terinspirasi usai mendengar ceramah dari YouTube. 

ASN berpangkat  Penata golongan III/c ini lantas mengakui kesalahannya dan meminta maaf. 

"Dia minta maaf dan menyesali tapi ya tetap nanti akan kita coba gali lebih lanjut untuk menentukan jenis sanksinya," ujarnya.

Pria yang juga Kepala Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Malang itu mengungkapkan bahwa yang bersangkutan akan tetap dikenakan sanksi dari pemerintah. 

Tentunya sesuai aturan dalam PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. "Kalau terindikasi, akan dilihat dari pasal yang mengatur terkait sanksinya," pungkasnya. 

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

  • LSM Laporkan Guru Pelaku Pencabulan Murid ke Polisi

    Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu siswi SMPN di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, oleh oknum guru menjadi viral. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) pun turun tangan dan melaporkan kasus ini ke kepol

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->