PKL Boleh berjualan di Trotoar dan Bahu Jalan Cokro. Ini alasannya

Petugas Satpol PP saat menertibkan PKL yang berjualan di Jalan Cokro (Agus Salam/Jatim YIMES)
Petugas Satpol PP saat menertibkan PKL yang berjualan di Jalan Cokro (Agus Salam/Jatim YIMES)

BATUTIMES -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo, Selasa (6/11) sekitar pukul 11.30 menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Cokroaminoto. Hanya saja, petugas membiarkan lima PKL yang berjualan di trotoar dan bahu jalan tersebut.

Alasannya, mereka berjualan di tempat terlarang karena ada acara salawatan yang digelar Dlaul Mustofa di Pondok Pesantren Zainul Islah, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran. Demi kemanusian, petugas membiarkan PKL berjualan, namun diminta untuk menurunkan spanduk yang dipakai menutup trotoar.

Selain itu, mereka diwanti-wanti untuk tidak berjualan lagi keesokan harinya dan seterusnya. Jika ada yang membandel, akan ditertibkan oleh petugas. Mengingat perda melarang pedagang berjualan di trotoar dan bahu jalan, demi kelancaran lalu lintas dan keindahan serta kebersihan kota.

Diultimatum seperti itu, PKL mengiyakan dan berjanji hanya hari itu saja berjualan di lokasi terlarang. Seperti yang diungkap seorang penjual bakso yang menutup trotoar. Ibu tersebut berjualan di trotoar karena ada acara salawatan. “Hanya sekarang saya jualan di sini pak. Ya karena ada acara dlaul Mustafa. Besuk enggak dah,” akunya ke petugas.

Menurutnya, acara salawatan dimulai habis isya’. Dirinya berjualan dari pagi, karena sampai ke lokasi dipagi hari. Ibu itu mengaku tidak tahu, karena yang mengantar rombong berikut barang yang dijualnnya adalah langganannya. “Acaranya nanti habis isyak pak. Saya buka pagi, karena jualan saya diantar pagi hari,” katanya.

Hal senada juga diungkap lelaki yang berjualan es tebu. Ia berjualan di selatan pintu masuk ke pondok pesantren, karane ada acara dlaul Mustafa. Saat ditanya, mengapa datang pagi, ia menjawab, sambil menunggu acara salawatan dimulai. “Tanggung kan pak, kalau buka sore hari. Kalau besuk, saya tidak jual di sini lagi,” ujarnya singkat.

Meski tidak mempermasalahkan, namun petugas sempat menegur dua penjual buah yang menggunakan pikup. Mereka diminta petugas tidak berjualan di trotoar. Mengingat, keduanya berjualan di tempat itu, bukan karena ada shalawatan. “Kami suruh mundur, karena mereka setiap hari berjualan di sini. Mereka maju karena ikut-ikutan PKL yang berjualan di acara shalawatan,” terang salah satu petugas.

Terpisah, Agus Effendi kepala Dinas Satpol PP mengatakan, berjulan di jalan cokro tidak boleh dan suah diatur di dalam perda. Hanya saja, petugas tidak menertibkan PKL yang berjualan, karena kemanusiaan. “Kami tidak mempemasalahkan. Karena ada acara salawatan. Demi kemanusiaan. Tapi kalau tidak ada acarra, ya kami tertibkan,” katanya, singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

  • LSM Laporkan Guru Pelaku Pencabulan Murid ke Polisi

    Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu siswi SMPN di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, oleh oknum guru menjadi viral. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) pun turun tangan dan melaporkan kasus ini ke kepol

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->