Kekurangan Lahan, Kota Batu Baru Miliki Tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

Kabid Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Mawardi saat ditemui di TPA Tlekung. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kabid Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Mawardi saat ditemui di TPA Tlekung. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BATUTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu masih kesulitan menangani masalah sampah. Terutama mereduksi sampah dari hulu, yakni dekat dengan masyarakat sebagai sumber sampah. 

Pasalnya, hingga saat ini Kota Wisata Batu (KWB) baru memiliki tiga titik tempat pengolahan sampat terpadu (TPST). 

Kabid Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Mawardi mengungkapkan bahwa untuk tahun anggaran 2018 ini belum ada rencana penambahan TPST.

"TPST baru ada tiga, di Pandanrejo, Temas dan Dadaprejo. Rencana ditambah lagi, sekitarnya 9 titik yang direncanakan tahun ini," ujarnya saat ditemui di UPT TPA Tlekung.

Meski sudah direncanakan, pembangunan masih belum dipastikan waktunya. 

"Kemungkinan pelaksanaan (pembangunan TPST) tambahannya tahun depan. Kan masih menunggu apakah anggarannya disetujui," urainya. 

Meski demikian, Mawardi tidak merinci nominal dana yang dibutuhkan untuk membangun pengolahan sampah itu. 

Salah satu yang menjadi kendala pembangunan, lanjut dia, adalah soal lokasi TPST. 

Ada beberapa prasyarat, di antaranya standar luas tanah, dekat dengan sumber sampah tetapi tidak menimbulkan pencemaran kecil di sekitarnya. 

"Masalahnya, di  (Kota) Batu kesulitan tanah. TPST butuh tanah minimal 500 meter persegi," ujarnya.

Kebutuhan luasan tanah itu menjadi syarat utama yang harus dipenuhi untuk mendukung proses pengolahan sederhana yang dilakukan.

"Karena kan nanti ada pemilahan dan pengolahan sederhana," terangnya. 

Secara sederhana, Mawardi menguraikan bahwa TPST berfungsi seperti filter sehingga tidak semua sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, fungsi TPST juga untuk lebih memaksimalkan prinsip 3R yakni reuse, reduce, recycle. 

"Sampah organik nanti bisa digunakan membuat kompos, jadi yang dibuang ke TPA adalah yang sudah tidak bisa diolah pakai teknologi sederhana," sebutnya.

Mawardi mengungkapkan, idealnya TPST tersebut sudah harus dimiliki setiap wilayah setingkat kelurahan dan desa. 

"Berharap betul di masing-masing desa ada pengolahan. Kalau bisa, ini akan mengurangi pencemaran akibat sampah secara signifikan," tuturnya.

Dia menyebutkan, per hari rata-rata sampah yang masuk ke TPA Tlekung mencapai 80 ton yang diangkut oleh 16 armada truk sampah. 

"Ada 70-an TPS di seluruh Kota Batu, masih kami survei mana-mana yang potensial dikembangkan jadi TPST," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

  • LSM Laporkan Guru Pelaku Pencabulan Murid ke Polisi

    Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu siswi SMPN di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, oleh oknum guru menjadi viral. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) pun turun tangan dan melaporkan kasus ini ke kepol

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->