Polisi Kejar Pria Misterius yang Meracuni 25 Siswa SD di Jombang

(kiri) Kepala SDN Losari 2, Ahmad Anas Saat Memberikan Keterangan Pada Pihak Kepolisian di Ruangan Kepala Sekolah. (istimewa)
(kiri) Kepala SDN Losari 2, Ahmad Anas Saat Memberikan Keterangan Pada Pihak Kepolisian di Ruangan Kepala Sekolah. (istimewa)

BATUTIMES - Pihak Kepolisian Polres Jombang memburu pria misterius yang mengusik ketenangan dari siswa-siwa SDN Losari 2, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Pemburuan atas pria misterius itu, dilatarbelakangi oleh adanya puluhan siswa SDN Losari 2 yang mengalami keracunan setelah minum minuman kemasan dari pemberian pria yang tidak diketahui identitasnya. 

Seperti yang dijelaskan oleh Kapolsek Ploso, AKP Sutikno, dari data yang dihimpun anggotanya di lapangan, ketika masuk jam istirahat, Selasa (6/11) sekitar pukul 09.00 WIB, tiba-tiba datang seorang penjual es laki-laki mengendarai sepeda motor Honda Verza dan langsung masuk ke halaman sekolah. 

“Nopolnya tidak diketahui. Kemudian ada sekitar 25 anak mendekati pria tersebut dan ternyata diberi minuman kemasan 250 mg secara gratis,” ungkap AKP Sutikno pada JombangTIMES, Rabu (7/11). Hal tersebut juga diperkuat oleh keterangan Kepala SDN Losari II, Ahmad Anas, bahwa benar 25 siswanya telah mengalami keracunan setelah meminum minuman dari pria misterius yang masuk ke dalam lingkungan sekolahnya.

"Murid kelas 3, 4 dan 5 (yang keracunan, red). Kami tidak kenal yang memberi minuman. Karena usai memberi minuman tersebut, orang itu kabur," ujarnya. Sementara, Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto mengatakan, akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki motif tersebut, lantaran sangat meresahkan. 

"Perkembangannya kami akan membentuk tim karena perlu diungkap motifnya. Ada orang tak dikenal tiba-tiba membagikan (minuman). Tentu ini sangat meresahkan," saat diwawancarai JombangTIMES, Rabu (7/11). Selain itu, Fadli juga mengaku telah mengimbau sejumlah lembaga sekolah agar memberitahu ke murid untuk tidak sembarangan menerima minuman atau makanan dari orang tidak dikenal. 

Selain itu juga mengimbau menutup gerbang sekolah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Utamanya yang tidak memiliki pagar ya. Agar lebih waspada lagi. Sebab lokasi SDN Losari II Ploso juga tidak ada gerbangnya. Untuk ciri-ciri sudah diketahui. Sedangkan barang bukti juga telah diberikan ke Dinas Kesehatan untuk diteliti kandungan yang ada di dalam (minuman)," tutupnya. Sekadar diketahui, dari 25 siswa yang mengalami keracunan, kini semuanya sudah kembali normal setelah dilakukan perawatan di Puskesmas Bawangan, Kecamatan Ploso.(*)

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Jombang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->