Balita Diserang Kera Jalani Operasi, Pemerintah Diminta Cepat Atasi Kera Liar

Holifah, ibu korban balita yang diserang kera menunggu anaknnya dioperasi di RSUD dr M Saleh  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Holifah, ibu korban balita yang diserang kera menunggu anaknnya dioperasi di RSUD dr M Saleh (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Setelah beberapa bulan sebelumnya sempat menyerang warga, kini kera liar yang berseliweran di Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, bikin warga RT 1 RW 5 resah dan ketakutan lagi.

Kera yang tidak diketahui asal muasalnya tersebut, menyerang Hafid Septian Maulana, balita yang masih berusia 2 bulan, Rabu (7/11) sekitar pukul 06.00. Akibatnya, putra kedua pasutri Nur Holifah dan Sugeng, harus dioperasi di RSUD dr Muhammad Saleh, kota setempat.

Saat wartawan mendatangi RSUD sekitar pukul 13.00, Hafid masih berada di ruang operasi. Ibunya, menunggu dengan setia di depan pintu operasi, sedang ayah korban tidak ikut. Eko Cahyono paman korban serta keluarga atau saudara yang lain, juga ikut menunggu jalannya operasi.

Ibu korban masih shock berat, karenanya tidak banyak bicara. Bahkan dengan sanak keluarganya, Nur Holifah, enggan berbicara. Perempuan beranak dua itu lebih memilih diam bersimpuh di lantai menundukkan kepala. Sesekali ia mengusap atau membersihkan air matanya, yang keluar tak sengaja lantaran saking sedihnya.

Hampir seluruh keluarga yang menunggu jalannya operasi, enggan berkomentar. Hanya Eko Cahyono (40) paman korban, yang bersedia. Menurutnya, pagi itu Hafid digendong ibunya. Karena mencuci, Hafid ditidurkan di dipan luar rumah yang berdekatan dengan tempat cuci atau kamar mandi.

Beberapa saat kemudian, Holifah mendengar suara aneh dan setelah ditoleh ada 2 kera dekat bayinya. Kera yang satu terlihat sedang mencakar-cakar, sedang kera yang lain berada agak kejauhan. Spontan sang ibu berdiri dan mengusir sang kera atau monyet tersebut. "Satu yang menyerang ponakan saya, yang satunya enggak. Tahu kakak saya datang, dua kera itu lari,” cerita Eko.

Akibat diserang seperti itu, Hafid menderita luka robek parah di atas alis sisi kiri, sehingga ia harus dioperasi. Tak hanya itu, dahi korban juga dicakar kera hingga luka. Meski belum tahu kondisi sebenarnya, Eko yakin keponakannya tidak bisa langsung pulang. “Pasti tidak boleh pulang, kalau melihat lukanya. Parah kok,” tandasnya.

Ia sempat mencari keberadaan kera usai kejadian bersama warga setempat. Namun, tak ada satupun warga yang mengetahui persembunyiannya. Eko meminta, pemkot segera turun tangan menangkap kera yang sudah meresahkan warga, baik dalam keadaan hidup atau mati. Sebab, sudah dua kali kera tersebut menyerang warga setempat.

Menurutnya, sekitar dua bulan lalu, kera juga menyerang warga setempat yang tengah bermain di kali. Selain itu, kera liar tersebut membawa anak kambing ke atas pohon. Kemudian, anak kambing tersebut dilepas dan jatuh hingga mati. “Harus segera ditangkap. Karena sudah meresahkan warga. Kalau tidak, korban pasti bertambah,” imbuhnya.

Eko berterus terang, warga sudah memasang jebakan, usai kejadian kera menyerang warga setempat uang masih sekolah di SD. Namun, kera tidak pernah masuk ke jebakan tersebut, meski di dalamnya diberi umpan pisang atau buah-buahan. Dan setiap kepergok dan dikejar warga, kera tidak pernah berhasil ditangkap. “Malah keranya tahu. Kera lari, ketika mengetahui ada warga yang membawa senapan angin. Warga tidak tahu tempat persembunyiannya,” pungkasnya.

Terpisah, kepala Dinas Satpol PP Agus Effendi mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Karena menurutnya, DLH lah yang memiliki tim rescue untuk menanggulangi serangan kera liar. “Kami akan sampaikan informasi ini ke DLH. Mereka kan punya tim. Untuk ke Balai Konserfasi Sumberdaya Alam (BKSDA) biar DLH nanti,” katanya singkat.

Hal senada juga dikatakan kepala DLH Budi Krisyanto. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) karena BPPD-lah sebagai ketua tim rescue. Pria yang biasa dipanggil Budikris tersebut, juga akan menontak badan konservasi. “Yang punya tim rescue itu BPBD. Biar nanti saya kontak ke sana. Kami juga akan menghubungi BKSDA,” katanya singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->