Miyabi Kecewa pada Aparat Indonesia: Cuma Cari-Cari Alasan Minta Selfie, WTF!

Maria Ozawa atau Miyabi usai menjalani pemeriksaan oleh pihak Imigrasi Bali. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Maria Ozawa atau Miyabi usai menjalani pemeriksaan oleh pihak Imigrasi Bali. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

BATUTIMES - Kejadian yang menimpa mantan bintang film panas asal Jepang, Maria Ozawa di Bali bisa jadi preseden buruk bagi aparat Indonesia. Melalui akun Instagram @maria.ozawa, perempuan yang juga dikenal dengan nama Miyabi itu mengeluhkan soal peristiwa interogasi oleh pihak keimigrasian. 
 

"Saya yakin kalian sudah tau pengalaman buruk yang saya alami kemarin sekitar pukul 11pm-3am (pukul 23.00 - 03.00 WITA) di Kantor Imigrasi Bali, Indonesia," tulisnya dalam bahasa Inggris. Maria Ozawa mengisahkan, bahwa dirinya tengah menghadiri pesta ulang tahun teman dekatnya, Barbie Nouva hingga selesai.
 

Lalu, datang dua orang pria yang mengatasnamakan orang dari kantor Imigrasi. Pria-pria itu meminta untuk menunjukkan paspor miliknya. "Tidak ada pilihan lain selain menunjukkannya, beberapa saat kemudian mereka ngacir tanpa mengucapkan sepatah katapun," urainya.
 

Namun, karena kejadian itu lantas Miyabi dan teman-temannya panik. "Kami semua panik dan menelpon beberapa orang, dan langsung menuju kantor imigrasi. Sesampainya di sana, petugas imigrasi mengatakan jika ada seseorang dari acara ulang tahun tersebut yang menelepon kantor imigrasi," terangnya.
 

"Penelepon mengatakan pada mereka (petugas imigrasi) jika saya ingin melakukan hal buruk atau bisnis atau apapun itu dan juga mengatakan kebohongan, rumor atau apapun untuk membuat saya terlibat masalah," ujarnya. Dia pun menuliskan umpatan atas hal tersebut. "Like WTF!!!! Dan setelah berbicara nonsense (basa-basi) sekitar 2 jam di kantor, mereka mencetak secarik kertas untuk saya tanda tangani," tuturnya.
 

Petugas juga mengembalikan paspor Miyabi. "Mereka juga memberitahukan betapa terkenalnya saya di Indonesia dan saat saya berjalan keluar dari kantor, mereka meminta untuk mengambil foto selfie," tulisnya.


 

"Like Whatt??? Serius? Jadi apa yang orang Imigrasi lakukan mengarang cerita, mencari informasi tentang keberadaan saya, melacak dan mengambil passport saya (mengetahui kalau saya bakal mengambilnya) HANYA UNTUK SELFIE DENGAN SAYA," tulisnya dengan huruf kapital. Dia menegaskan bahwa tindakan tersebut salah, mau dilihat dari sisi manapun.
 

Miyabi mengungkapkan bahwa dirinya mengerti tetapi sangat menyayangkan kelakuan para aparat itu. "Untungnya saya mengerti. Tetapi negara ini harus berubah, orang-orang seperti mereka seakan menghapus keberadaan orang-orang "baik" di luar sana," ujarnya.
 

Dia juga berharap kedatangannya di Indonesia tidak selalu dihebohkan. "Stop mempermalukan saya setiap kali saya datang ke Indonesia. Saya butuh privasi. Bangun Indonesia, saya tahu kalian bisa lebih baik," pungkasnya. 
 

Diberitakan sebelumnya, mantan bintang film biru asal Jepang, Maria Ozawa tampaknya tak sepenuhnya menikmati liburan di Bali. Pasalnya, beredar foto-foto saat perempuan yang juga dikenal dengan nama Miyabi itu kena cekal pihak imigrasi. 
 

Miyabi dikabarkan sempat menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar Bali, Rabu (7/11/2018) dini hari. Melalui unggahan di media sosialnya, Maria Ozawa sempat membagikan aktivitasnya selama berlibur di Bali. Dia datang sejak Senin (5/11/2018) lalu untuk merayakan ulang tahun sahabatnya, Barbie Nouva. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
-->
  • Keluarga Korban Shock, Banjir Tangis di Dapur Pasca Aksi Keji Guru

    Keluarga besar Barno (65) dan Musini (60) tampak shock dan berkumpul di dapur rumahnya yang sederhana. Barno dan Musini tiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7). "Sed

  • Dramatis, Penangkapan Pembunuh Pasutri di Bangoan

    Penangkapan terhadap Matal (52 tahun), pelaku pembunuhan terhadap Sumini (70 tahun) dan Barno (70 tahun) berlangsung dramatis, Jum’at (16/11). Pihak Kepolisian bahkan mengerahkan puluhan personelnya untuk menangkap Matal yang masih memegang senjata tajam

  • Gagal, Pembangunan Pasar Sayur Tahap Tak Jadi Dibangun Tahun Ini

    Bagi sebagian para pedagang pasar sayur rupanya harus menunda sejenak keinginannya untuk bisa menempati kios baru. Sebab pada pembangunan tahap dua pasar sayur itu terpaksa tidak bisa dibangun pada akhir tahun.

  • Pemkot Batu Bakal Berikan Angkutan Gratis bagi Wisatawan dan Anak Sekolah

    Setelah Jatim Prak Group me-launching angkutan gratis, tentunya itu menjadi cambuk bagi Pemkot Batu. Sebab, seharusnya yang menyuguhkan angkutan gratis itu adalah Pemkot Batu.

  • Mengembalikan Societiet Concordia, Gedung di Malang yang Juga Jadi Proyek Bung Karno

    Wali Kota Malang Sutiaji memiliki program prestisius di awal masa kepemimpinannya. Yakni mengembangkan Malang City Heritage (MCH) yang akan menjadi ikon wisata di kota dingin ini. Caranya dengan mengembalikan jejak sejarah bangunan-bangunan lama. Salah s

  • Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

    Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48).

  • Pembunuh Dua Orang Itu Berprofesi Guru Ngaji, Diduga Ada Masalah Keluarga

    Sebelum ditangkap dan dilumpuhkan, Matal (48) warga RT 02 RW 02 Bangoan yang membabat tetangganya hingga menewaskan dua orang diketahui pernah mengalami gangguan jiwa. Selain itu, Matal yang tiap hari berjualan penthol keliling dan guru ngaji itu diduga

  • Jatim Park Gandeng Angkutan Antar Jemput Gratis

    Wsatawan yang berwisata ke seluruh park di Kawasan Jawa Timur Park (JTP) Group akan dipermudah. Kini, dengan menggandeng angkutan umum di Kota Batu, Jatim Park menyuguhkan angkutan gratis khusus bagi wisatawan yang berwisata di Jatim Park Group.

  • Sebelah Surabaya, UMK di Madura Selisih Rp 2 Juta

    Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 188/665/KPTS/013/2018, Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo secara resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Timur untuk 2019 mendatang.

  • Minim Alat Bukti dan Saksi, Pengungkapan Kasus Pembunuhan Pasutri Campurdarat Buntu

    Sudah sepekan lebih dugaan pembunuhan Pasangan suami istri (Pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) warga Ngingas Campurdarat Tulungagung, belum juga terungkap.

  • Miris, Sumber Air di Kota Batu Hanya Tersisa 52 Sumber

    Dari tahun ke tahun kondisi sumber air di Kota Batu semakin hilang. Hal itu dibuktikan oleh Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya Malang saat meneliti tentang sumber air di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

  • Hotman Paris Akan Bantu Baiq Nuril Selesaikan Kasus Hukummya

    Kasus yang mendera guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril tampaknya mengundang simpati dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Pengacara kondang Indonesia ini siap membantu guru SMAN 7 Mataran bernama Baiq Nuril yang menjadi korban pelece

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->