Inspiratif, Pasangan Suami Istri Ini Buka Jasa Pembuangan Alquran dan Kitab yang Tak Digunakan

screenshoot
screenshoot

BATUTIMES - Pasangan suami isteri di Singapura, Muhammad Mursyidi Mohamed Raimi dan Nur Rafiqah Binte A'bdussamad, memulai sebuah bisnis inspiratif. Yaitu jasa pembuangan Alquran dan kitab yang sudah tidak digunakan lagi. 

Usaha yang memanfaatkan mesin pelebur kertas itu pun dinilai banyak membantu. Sebab, sebagaimana kita ketahui, membuang Alquran dan kitab yang berisi ayat-ayat bukanlah hal mudah dan harus disertai dengan etika dan adab yang baik dan benar.

Usaha inspiratif itu pun belum lama ini dibagikan oleh pemilik akun Facebook bernama Sujimy Mohammad pada 4 Juli 2018. Melalui video berdurasi lebih dari enam menit itu, Sujimy membagikan kegiatan pasutri tersebut saat beraktivitas memberi layanan kepada pelanggannya. Mulai  saat menghampiri rumah warga untuk mengambil Alquran dan kitab yang tidak digunakan hingga pemusnahan yang berdasarkan pada adab.

"Saya bertemu dengan pasangan muda (di Singapura) yang menyediakan layanan untuk membuang Alquran dan buku-buku agama dengan cara yang hormat. Ini dia cerita mereka," tulis Sujimy Mohammad pada 4 Juli 2018 pada akun Facebook miliknya.

Dibantu ibu dan saudara-saudaranya, pasutri ini menyewa sebuah ruangan di sudut gedung di Singapura. Mereka juga sering mendatangi pelanggannya yang hendak membuang Alquran beserta kitab agama yang sudah tidak digunakan karena kondisinya yang sudah rusak dan tidak memungkinkan untuk digunakan.

Dalam video, Muhammad Mursyidi Mohamed Raimi dengan menggunakan bahasa Melayu dan bahasa Inggris menjelaskan jika usaha itu ia buat lantaran banyaknya masyarakat yang kebingungan saat akan membuang Alquran dan kitab-kitab agama. Karena di dalamnya terdapat ayat suci, maka membuangnya bukanlah hal mudah dan harus ada prosedurnya.

Raimi juga menyampaikan, sebelum membuka layanan tersebut, dia terlebih dulu sudah berkonsultasi dengan pihak lembaga keagamaan setempat (di Indonesia kita mengenalnya sebagai Majelis Ulama Indonesia/MUI). Hasilnya, dia mendapat beberapa saran saat akan mulai memusnahkan ayat-ayat suci tersebut.

Sebelum mulai memusnahkan, terlebih dulu harus mengambil wudhu karena akan bersentuhan langsung dengan ayat-ayat suci. Setelah itu. memisahkan sampul dengan isi yang berlafalkan ayat suci. Setelah dipisahkan, peleburan kertas berisi ayat suci itu kemudian dileburkan menggunakan mesin pelebur hingga tak terbaca.

"Ayat-ayat harus terpisah dan tidak bisa lagi terbaca, seperti itu yang disampaikan," katanya menggunakan bahasa Melayu.

Jasa yang dibangunnya itu kini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Masyarakat pun merasa sangat terbantu karena selama ini banyak yang masih merasa sulit saat harus menyimpan atau membuang Alquran yang sudah tidak lagi digunakan. Dengan cara yang beradab, masyarakat optimis ayat-ayat tersebut tidak dimusnahkan dengan cara yang salah.

Berikut video lengkap yang menunjukkan proses peleburan ayat-ayat suci Alquran tersebut.

Postingan tersebut mendapat beragam respons positif dari warganet.

"Ingin rasanya ikut membuka jasa seperti ini," tulis akun Andri Yanto.

"Kalau saya lebih suka pakai Al-Quran yang lama walau warna sudah berubah, sayang kalau dihancurkan," tambah Umy Sera.

"Udah dihancurkan, dijadikan bisnis untuk dapat uang lagi. Astaghfirullah allhadzim. Itu Al-Quran masih bermanfaat digunakan untuk orang yang tidak punya Al-Quran," tambah Khalid Al-Jaedy Mihajlovic.

"Thanks my brother for vudeo.. hopefully can isnpires us to do some think in Indonesia," tambah Imran Maulana.

"Kalau saya ia kan.. Saya nak buat sumbanhan Al-Quran, tidakla saya beri yangama. Saya akan hadiahkan yang baru," tambah Yusrina Hata.

"Bilang dosa, nyinyir orang gak dosa kah.. banh dijadikan bisnja dan diuangkan, memang dibisniskan lagi tapi kita tahu kah tujuan mereka? Jauh-jauhlah dari buruk sangka.. Al-Quran yang tidak terpakai lebih baik dihancurkan daripada jadi sarang rayap, apa kita tidak dosa menyimpan Al-Quran hingga berdebu," timpal Septian. (*)

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->