Olah TKP, Inafis Bawa Alat yang Diduga untuk Membunuh Pasutri di Campurdarat, Ini Wujudnya

Inafis saat olah TKP di rumah korban (istimewa)
Inafis saat olah TKP di rumah korban (istimewa)

BATUTIMES - Unit Inafis Satreskrim Pokres Tulungagung amankan sejumlah barang yang diduga digunakan sebagai alat untuk menghabisi pasangan Didik (56) dan Suprihatin (50). 

Barang-barang itu diamankan setelah Unit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung, dibantu tim Forensik RS Bhayangkara Kediri selesai melakukan olah TKP tambahan di rumah korban di Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat, Jumat (9/11) siang.

Salah satu barang yang dibawa ialah pecahan beton cor yang diduga digunakan untuk menghabisi pasangan itu. 
Pecahan beton cor itu satu dari 8 kantong barang bukti yang diamankan pihak kepolisian.

Menurut dr Tutik Purwanti, Sp.F, olah TKP dilakukan hingga ke bagian belakang rumah korban.
“Sampai di tepi sawah, di bagian belakang rumah. Karena di sana juga ditemukan bercak-bercak yang dicurigai sebagai darah,” terang Tutik. 

Menurutnya, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan bercak itu darah atau bukan.
Untuk bongkahan beton yang dibawa akan diteliti lebih lanjut. Lantaran di bongkahan itu terdapat bercak mirip darah. 

“Semua masih akan dicocokan dengan hasil otopsi. Apakah cocok atau tidak dengan penyebab kematian korban,” imbuh Tutik. 
Usai dari TKP, Tutik bergegas ke RSUD dr Iskak, untuk melakukan otopsi pada jenazah Didik dan Suprihatin.

Pasangan suami istri Didik dan Suprihatin ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan. Keduanya diduga dibunuh. 
Jasad keduanya ditemukan pada Kamis (8/11) petang oleh cucunya. Saat ditemukan, kondisinya sudah mulai membusuk dan mengalami beberapa luka tak wajar. 
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus lakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->