70 Atlet Paralayang Adu Tangkas di Ketepatan Mendarat

Salah satu atlet paralayang saat mengudara di langit Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu atlet paralayang saat mengudara di langit Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Sedikitnya 70 atlet paralayang  dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Paralayang seri ke-5 di Bukit Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Perlombaan ini digelar salah satunya sebagai pemanasan menghadapi  Pekan Olahraga Provinsi  (Porprov) Jawa Timur 2019 di Kabupaten Gresik. 

Ke-70 atlet itu telah mengikuti 4 seri sebelumnya. Yakni seri I di Kabupaten Tulungagung, seri II di Lawang (Kabupaten Malang), seri III di Kabupaten Pacitan, dan seri IV Kabupaten Ponorogo. 

Yang dilombakan adalah ketepatan mendarat. Sedangkan ada  tiga kategori yang dilombakan, yakni kelas siswa, junior, dan open.

“Kelas siswa ini segala umur bagi mereka yang belum memiliki lisensi pilot. Lalu ada kategori junior dengan maksimal usianya 21 tahun. Dan kategori open class,” ungkap ketua panitia Kejurda Open Paralayang Seri V Benny Marcel Pandango.

Adanya kerjurda ini, lanjut Benny, juga salah satu agenda mempersiapkan para atlet untuk berlaga di Porprov Jatim 2019 mendatang. Dari situ, bisa diketahui  seberapa jauh kemampuan dari para atlet Jatim tersebut. " Sekaligus mereka akan tahu kemampuan dari atlet lainnya,” imbuhnya, Minggu (11/11/2018). 

Sejauh ini Benny menilai kemampuan para atlet-atlet Jatim  relatif bagus. Tetapi  jam terbang peu lebih ditingkatkan agar membuat skill para atlet lebih baik lagi.

Atlet paralayang Jatim dari segi kemampuann juga dinilai lebih bagus dibandingkan dengan atlet daerah lainnya. Jika di Jatim masih banyak atlet usia muda, provinsi lain masih tergolong jarang. 

“Dibanding provinsi lain, di Jatim ini banyak atlet mudanya. Itu karena jarang orang tua melepas anak-anaknya untuk mengikuti olahraga berisiko,” ucap pria yang juga seorang dokter ini.

Salah satu peserta, Jeanette Christesha Benen, menambahkan, keikutsertaannya dalam Kerjurda ini untuk mengukur kemampuannya selama ini. Adanya perlombaan ini juga dimanfaatkan sebagai persiapan menuju Porprov Jatim 2019 mendatang.

“Selain untuk menambah jam terbang, ini juga untuk persiapan Porprov 2019 nanti. Dan dari sini kami bisa lihat kemampuan para atlet lainnya,” kata Notti, sapaan akrabnya. (*)

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Aditya Fachril Bayu
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->