Tujuh Bulan, Sepuluh Kebakaran Landa Kota Batu

Tim pemadam kebakaran saat memadamkan api dari atap rumah di Jl. Raya Panglima Sudirman, RT/RW 3/III Dusun. Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Foto: istimewa)
Tim pemadam kebakaran saat memadamkan api dari atap rumah di Jl. Raya Panglima Sudirman, RT/RW 3/III Dusun. Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Musim kemarau yang baru berlalu menyisakan sejumlah peristiwa kebakaran rumah di Kota Batu. Tercatat ada sepuluh kebakaran  rumah yang melanda Kota Batu selama musim kemarau 2018.

Beragam penyebab yang terjadi. Mulai dari korsleting listrik hingga lalai saat meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. 

Sepuluh kejadian kebakaran rumah itu terjadi di beberapa titik terjadi sejak awal bulan Mei atau tujuh bulan lalu. Rinciannya, kebakaran pertama terjadi di Dusun Krajan, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Penyebabnya  saat memasak, gas elpiji 3 kg habis. 

Lalu, pemilik rumah mengganti dengan yang baru. Saat pemasangan regulator, kondisinya kurang rapat sehingga gas bocor. Dan di saat yang bersamaan, api menyambar di area selang gas, mengakibatkan kusen, daun pintu, peralatan dapur dan sekitarnya terbakar.

Kebakaran kedua terjadi  di Jl Wukir Gg 10 RT 01 RW 05 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Penyebabnya, kegagalan teknologi terjadi ketika korban sedang mengerjakan  pembuatan tahu. 

Beberapa saat setelah menghidupkan mesin, ketel uap meledak dan mengenai tubuh korban. Selain itu, tiga rumah mengalami kerusakan parah. Kejadian tersebut menyebabkan 1 orang meninggal dunia serta 4 orang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Kebakaran juga terjadi di rumah Sarkun, warga Dusun Sawahan, RT 17 RW 04 Desa Giripurno. Api berasal dari tungku kayu yang digunakan untuk menggoreng kopi oleh istri Sarkun, lalu ditinggalkan ke halaman depan rumah.

Saat itu ternyata tungku belum padam sehingga api menyambar ke selang kompor gas yang ada di sebelah tungku. Akibatnya, kebakaran terjadi di bagian dapur.

Kejadian lainnya menimpa rumah di Jl Mangga Dusun Sumbersari, Desa Giripurno. Penyebab kebakaran  diduga karena korsleting listrik sehingga menyebabkan satu ruangan kamar terbakar dan merambat sampai atap. 

Di titik selanjutnya terjadi kebakaran di rumah milik Kartini Jl TVRI RT03/RW03, Dusun Krajan, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Kebakaran diduga karena pembakaran sampah atau barang bekas.

Pembakaran sampah tersebut belum sepenuhnya padam dan ditinggalkan oleh pemilik rumah. Ketika api merambat dsn membakar rumah, satu ruangan dapur berdimensi 5 x 6 meter dan perabotan dapur hangus terbakar.

Lalu kebakaran di rumah milik Sukarnadi, Jl Darsono Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu. Awalnya pemilik rumah memasak air menggunakan tungku api untuk makanan ayam dan meninggalkan ruang dapur. Seketika api merambat kayu bakar di sebelah kompor, sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran di sebagian ruang dapur yang berdimensi 3 x 4 meter.

Berlanjut di Jl Wukir Gg I RT 02 RW 01 Kelurahan Temas Kecamatan Batu Kota Batu. Saat itu pemilik usaha dan dua orang pegawai sedang menggoreng kerupuk. Tetapi panggangan pengering kerupuk mentah yang terlalu panas menjadi pemicu asal api yang mula-mula membakar kerupuk yang sudah kering. 

Percikan api menyambar plastik pembungkus krupuk, tumpahan minyak, bahan bakar kompor berupa serutan kayu dan barang mudah terbakar yang berada di sekelilingnya. Rumah yang dijadikan pabrik (tempat produksi) kerupuk itu pun terbakar di bagian dapur beserta atapnya.

Lainnya menimpa kandang ternak milik Rasenu warga Dusun Dadapan Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji. Kronologinya, Rasenu membakar sampah sejak pukul 21.00. Kemudian pukul 04.00 bara api mulai merambah ke dinding kayu rumah dikarenakan ada embusan angin yang kencang dan api mulai membesar sehingga kandang ternak terbakar.

Dan yang terakhir terjadi di Jl Suropati Kecamatan Batu. Rumah milik Sunardi terbakar karena korsleting listrik. 

“Kebakaran ini mulai terjadi sejak  Mei sampai akhir Oktober,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan (BPBD) Kota Batu Achmad Choirur Rochim.

Ia menambahkan, terjadinya kebakaran itu dipicu beberapa faktor. Mulai dari korsleting listrik hingga human error (kesalahan manusia). “Dalam setiap kasus itu, BPBD Kota Batu terjun bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu,” imbuhnya.

Menurut Rochim, untuk beberapa kasus kebakaran, ada juga yang parah hingga mengakibatkan kematian. Yakni kasus kematian  karena ledskan pabrik tahu. 

“Karena itu, warga Kota Batu harus lebih waspada. Kalau di dapur sedang masak air, jangan ditinggal lama-lama. Lalu cek elpiji dan sebagainya,” tutup Rochim. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->