Mau Berwisata Akhir Tahun di Kota Batu? Agar Tak Terkena Macet Gunakan Jalur Alternatif Desa

Jalibar di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Jalibar di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Liburan akhir tahun sudah menanti di depan mata, sudah punya rencana untuk berwisata ke Kota Batu tapi takut dengan kemacetan? Beragam jalur alternatif yang aman bisa menjadi pilihan wisatawan saat menggunakan kendaraan pribadi.

Sebab tidak semua jalan alternatif di Kota Batu itu memiliki kondisi ruas jalan yang aman. Seperti di Jalur Lingkar Barat (Jalibar) merupakan salah satu jalur alternatif.

Akan tetapi jalur itu tidak direkomendasikan oleh Polres Batu. Alasannya karena memiliki belokan yang cukup tajam dan jarang ada pemukiman dan kondisi yang curan.

“Kami tidak merekomendasikan bagi pengendara yang masih pertama kali ke Kota Batu melintasi Jalibar. Karena di sana kondisi cukup curam,” ungkap Kanit Laka Polres Batu, Ipda Anton Hendri. 

“Tapi kalau memang mau melewati jalan itu gak papa karena memang di sana juga banyak tempat wisata seperti Coban Rais, Coban Putri, Megastar, dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan untuk menuju Kota Batu bisa melawati Jalur Karangploso-Batu, lalu Jl Raya Tlekung-Jl Oro-Oro Ombo-tembus ke pertigaan Lippo Plaza.

Lalu untuk menuju arah Selecta Desa Tulungrejo, wisatawan bisa langsung lewat Desa Sumberejo ataua spang empat Pos Polisi Pesanggrahan langsung menuju pintu masuk Selecta.

Ia juga menyarankan agar melalui jalur alternatif yang ada di desa-desa. Sebab jika melewati jalur alternatif desa itu dirasa lebih aman. Karena jika terjadi sesuatu warga sekitar bisa membantu. 

“Jalur alternatif itu digunakan untuk mengurai kemacetan di jalur utama. Dan lebih aman, kalau ada apa-apa warga bisa membantu. Juga untuk mengurai kemacetan di jalur utama itu seperti Jalan Ir Soekarno, Jalan Moh. Hatta dan sebagainya,” jelas Anton. 

Nantinya Polres  Batu bekerjasama dengan Pemkot Batu untuk memasang rambu-rambu petunjuk arah jalur mana saja yang dijadikan alternatif. “Untuk jalur alternatif yang ada di desa-desa akan kami berikan rambu-rambu. Tentunya untuk memudahkan wisatawan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengerahkan petugas di titik-titik yang rawan terjadi kecelakaan. Seperti jalur blank spot, yaitu jalur yang rawan terjadi kecelakaan. 

“Jalur ini dikatakan blank spot karena terjadi kecelakaan dan korban meninggal dunia. Blank Spot itu ada di Jl Abdul Manan Kecamatan Bumiaji, Jl Wijaya Kecamatan Pujon, Jl Mangir Kecamatan Kasembon, Jl Bukit Berbunga Kecamatan Batu, dan Jl Pandanrejo Desa Pandanrejo,” tutup Anton.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->