Karyawan Ini Putus Jemarinya, Apa Penyebabnya?

Junaidi saat tiba di RSUD dr Muhammad Saleh. Dia diantar rekan kerjanya. (Agus Salam/Jatium TIMES)
Junaidi saat tiba di RSUD dr Muhammad Saleh. Dia diantar rekan kerjanya. (Agus Salam/Jatium TIMES)

BATUTIMES - Junaidi Laksmana (25) dilarikan ke RSUD dr Muhammad Saleh Kota Probolinggo. Dia mengalami kecelakaan di tempat kerjanya, PT Kutai Timber Indonesia (KTI), Minggu (25/11) sekitar pukul 13.00. Beberapa jari tangan kanannya putus akibat terkena mesin pemotong kayu.

Belum diketahui apakah korban akan dirujuk ke rumah sakit di Surabaya atau Jember. Yang jelas, hingga pukul 14.00,  Junaidi masih dirawat di IGD RSUD dr M Saleh. 

Junaidi memang pekerja di bagian wood working (W) 1 di pabrik plywood yang berlokasi di areal Pelabuhan Tanjung Tembaga tersebut.

Tri Cahyono, rekan korban yang mengantar Junaidi ke RSUD, mengaku tidak tahu kronologi kejadian pastinya. Sebab, dirinya bekerja di bagian W 4 yang jaraknya agak berjauhan dengan tempat kerja karyawan bagian W 1. Menurut dugaannya, jari korban kena pisau pemotong kayu karena konsentrasinya pecah.

Hanya, Tri tidak mengetahui apa yang dipikirkan korban saat bekerja. Menurut dia, kecelakaan kerja terjadi saat pulang kerja kurang satu jam. 

Saat ditanya, berapa jari yang putus, lagi-lagi Tri mengatakan tidak tahu. “Nggak tahu. Kami diminta mengantarkan korban ke sini dengan ambulans perusahaan,” ucapnya sebelum meninggalkan RSUD.

Ditambahkan, sebelum dibawa ke RSUD, korban yang merupakan warga RT 1/RW2, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, itu terlebih dahulu ditangani tim kesehatan klinik PT KTI. “Sebelum ke sini, dibawa ke klinik. Setelah diperban tangannya, Junaidi dibawa ke sini,” pungkas Tri usai memindah korban dari ambulans ke ruang IGD.

Terpisah Manajer sekaligus HRD PT KTI Firdaus membenarkan di perusahaannya terjadi kecelakaan kerja. Ia mengaku dikabari perusahaan mengingat hari itu Firdaus dinas ke Surabaya. Dengan demikian, ia mengaku tidak tahu persis kejadiannya. “Ya, Informasinya begitu. Saya dikabari. Soalnya saya di Surabaya,” ucapnya.

Menurut Firdaus, kecelakaan kerja yang menimpa Junaidi murni musibah yang tak terpikirkan sebelumnya. Langkah yang diambil perusahaan adalah membawa korban ke RSUD. 

Firdaus tidak mengetahui apakah korban dirawat di RSUD dr M. Saleh atau ke rumah sakit di Surabaya atau Malang. “Belum tahu kabarnya. Apakah dirujuk ke rumah sakit lain. Kami siap, dirawat di mana pun,” kata dia.

Disinggung soal biaya, Firdaus mengatakan pihak keluarga tidak perlu khawatir. Seluruh biaya ditanggung BPJS karena yang bersangkutan peserta BPJS. Tak hanya biaya perawatan. Biaya pemulihan hingga Junaidi bisa bekerja kembali ditanggung PT KTI. 

“Untuk biaya di-cover BPJS. Kalau ada biaya yang tidak di-cover BPJS, ditanggung perusahaan. Ya, sampai karyawan benar-benar pulih dan kembali bekerja,” pungkasnya. (*)

 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->