Asik... Guru Honorer Kota Batu Bakal Digaji di Atas UMK, Wali Kota Dewanti Sampaikan Ini

Para guru saat sedang mengikuti upacara Hari Guru 2018 di Stadion Brantas, Senin (26/11/2018). (Foto: istimewa)
Para guru saat sedang mengikuti upacara Hari Guru 2018 di Stadion Brantas, Senin (26/11/2018). (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Angin segar bagi guru honorer di Kota Batu. Di Hari Guru 2018, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menginginkan agar gaji guru honorer di atas Upah Minimum Kota (UMK).

Keinginan Dewanti itu, diungkapkan usai melaksanakan upacara bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batu di Stadion Brantas Kecamatan Batu, Senin (26/11/2018). Melihat saat ini gaji yang diberikan kepada tenaga honorer K2 sebesar Rp 2,3 juta rupiah per bulannya. 

Sedangkan untuk GTT pemerintah memberikan intensif sebesar Rp 500-750 ribu per bulan. “Rencana menaikan gaji guru honorer sesuai UMK sudah disampaikan kepada tim anggaran (timgar). Kita kalau bisa di atas UMK,” ujar Dewanti.

Diketahui untuk UMK Batu tahun 2019 mendatang ditetapkan Rp 2.575.616. Tetapi Dewanti menginginkan UMK guru ini di atas itu yakni Rp 2,7 juta.

“Ya sejumlah Rp 2,7 juta, kenapa saya menginginkan segitu? supaya ada untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dan sebagainya,” imbuhnya.

Agar nantinya lanjut Dewanti, gaji bersih bisa sesuai dengan UMK namun keinginannya itu kembali melihat dari anggaran yang dimiliki oleh Pemkot Batu. “Ya tapi kembali sesuai anggaran kita. Kita usahakan untuk kesejahteraan guru di Kota Batu ini,” tambah istri Eddy Rumpoko ini.

Selain terkait dengan permasalah gaji para guru honorer itu, ternyata Kota Batu masih memiliki kekurangan guru di beberapa sekolah. Kekurangan guru itu totalnya ada 300 orang. 

Jumlah tersebut khusus untuk guru SD dan SMP terdiri dari guru agama, olahraga dan guru kelas. Guru SMP terdiri dari guru bidang studi dan guru BK.

Menurut Dewanti, Tahun 2018 ini Pemkot Batu mencari tenaga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  sebanyak 236 orang. Untuk tenaga guru sebanyak 181 orang.

Akan tetapi selama proses pendaftaran CPNS mengalami kendala. Bagaimana tidak, dari 2.681 pendaftar CPNS di Kota Batu, hanya 142 yang lulus dalam tahap seleksi kompetensi dasar (SKD). 

“Dan ternyata di luar dugaan, hanya 5 persennya saja yang lolos dan itu gak sampai dengan kuota yang kita butuhkan,” ujar Dewanti.

Ia pun berharap kedepannya bisa memberikan fasilitas kepada para guru di Kota Batu. Namun guru-guru juga harus mampu meningkatkan kredibilitas, kualitas, dan memberikan pendidikan yang terbaik. 

Sementara itu Ketua PGRI Kota Batu Samun menjelaskan, menginginkan agar gaji guru honorer di Kota Batu bisa di atas UMK. Dan kekurangn 300 guru agar bisa terpenuhi kuotanya.  

“Ya semoha Bu Wali bisa secepatnya mendengarkan aspirasi guru segera memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan harus dibuatkan SK honorer,” harap Samun.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->