Drama Eksekusi Pasar PKL Rumah Tua Batu (2)

Eksekusi Lahan Berlangsung, Pemilik Lama Ajukan Gugat Balik

Suhartono (kemeja putih) sebagai kuasa hukum pemilik lama. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suhartono (kemeja putih) sebagai kuasa hukum pemilik lama. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BATUTIMES - Meski sempat diwarnai penolakan, eksekusi lahan di kawasan Rumah Tua, Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kota Batu tetap berlangsung. 

Meski demikian, sengketa perebutan tersebut tampaknya masih akan berlangsung. 

Terlebih dengan adanya gugatan balik yang dilakukan pemilik lama lahan dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Pemerintah KOta (Pemkot) Batu itu. 

Berdasarkan kronologi kasus yang dirangkum BatuTIMES, kasus sengketa lahan itu berawal dari gugatan yang dilayangkan pemilik lahan atas nama Linawati Hidajatno menggugat Suprapto.

Selama sekitar 10 tahun terakhir, lahan yang statusnya Hak Guna Bangunan (HGB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu itu dikelola oleh Suprapto. 

Suprapto yang juga mengaku pemilik lahan di Rumah Tua, selama ini menarik uang sewa dari sekitar 80 PKL yang berjualan di sana.

Kasus itu mulai bergulir saat Linawati menggugat Suprapto di PN Malang pada 2015. Hasilnya, Lina kalah karena PN menolak gugatan Linawati.

Setelah putusan, Linawati mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Surabaya yang akhirnya memenangkan Linawati sebagai penggugat.

Karena gugatan Linawati menang, maka Suprapto mengajukan kasasi ke Makamah Agung, tapi ditolak. Sehingga putusannya tetap berpihak pada Linawati.

Atas dasar itulah, hari ini (5/12/2018) PN Malang melakukan eksekusi lahan dengan luas belasan meter persegi yang berada di sebelah selatan Alun-Alun Kota Batu tersebut. 

Namun, kuasa hukum Suprapto atau pemilik lama, Suhartono mengungkapkan bahwa putusan tersebut masih diperdebatkan. 

"Klien kami (Suprapto) meminta penangguhan eksekusi. Karena amar putusan itu tidak jelas," ungkapnya di sela kegiatan eksekusi. 

Dalam amar putusan, lanjutnya, yang dipermasalahkan adalah Jalan Sudiro no 5 Kelurahan Sisir. 

Sementara, lahan yang dikelola kliennya berada di Jalan Sudiro no 2 Kelurahan Sisir. 

"Jadi ini yang mana. Kok semua bedak PKL penyewa diminta untuk dibongkar," tuturnya.

Dari sisi luas lahan yang dieksekusi pun tidak sama. Menurut Suhartono, lahan yang akan dieksekusi mencapai 12 ribu meter persegi.

Padahal, di lokasi tersebut luas lahan yang sebelumnya disewa Suprapto seluas 19,6 ribu meter persegi. 

"Jadi ini sebelah mana, apa semua. Adanya selisih ini kami ajukan proses hukum lanjutan," tegasnya. 

Gugatan balik bernomor 203.PDT.PLW/2018/PNMalang itu saat ini tengah diproses. Meski demikian, Suhartono mengaku tidak mengetahui status HGB atas lahan itu.

"Selama 30 tahun terakhir ini dikelola keluarga Pak Suprapto, tapi terakhir saya cek ternyata mati (HGB-nya). Kan kalau seperti ini hak (pengelolaan) dan tanah kembali ke negara (Pemkot Batu). Jadi bisa sama-sama (Suprapto dan Linawati) mengajukan hak baru," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, suasana di seputar Alun-Alun Kota Batu gaduh pada pagi hari ini (5/12/2018). 

Sekelompok massa berupaya menghalangi kegiatan eksekusi lahan di pasar pedagang kaki lima (PKL) area Rumah Tua, di Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Pasalnya, lahan tersebut tengah menjadi sengketa antara dua pihak yang mendaku sebagai pemilik.

Suhartono juga sempat menunjukkan surat dengan kop Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, seperti apa isinya? Simak dalam ulasan MalangTIMES selanjutnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->