Drama Eksekusi Pasar PKL Rumah Tua Kota Batu (8)

Seperti Terkena Bencana, Lahan PKL Jalan Sudiro Porak-poranda

Kondisi pasca eksekusi lahan Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (6/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kondisi pasca eksekusi lahan Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (6/12/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Pemandangan yang tidak biasanya, sepi, tertutup oleh seng-seng. Itulah lahan pasar pedagang kaki lima (PKL) Jalan Sudiro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, setelah satu hari sebelumnya berlangsung eksekusi oleh Pengadilan Negeri Malang.

Area yang terletak antara bangunan tua itu kini tinggal hamparan lapangan. Porak-poranda seperti usai diterjang angin puting beliung.

Terlihat beberapa bego yang tidak beroperasi di sana. Beberapa bangunan bertembok sudah dirobohkan. Ada juga yang terlihat masih kokoh berdiri, tapi hanya sebagian. Tenda-tenda yang berdiri dirobohkan oleh petugas.

Meskipun bangunan terlihat masih kukuh, perlengkapan untuk berjualan pun sudah tidak ada didalamnya. Itu karena memang 78 pedagang sudah menyelamatkan barang-barang jualannya.

Ada juga beberapa pedagang yang masih sibuk mengangkat barang dagangannya. Mereka juga mengangkut material-material yang masih bisa dimanfaatkan untuk berjualan kembali.
Seperti halnya Fitri Hasanah, salah satu PKL rumah tua, mengambil material yang bisa digunakan untuk berjualan lagi. “Kami mengambil barang-barang atau material yang bisa dipakai lagi kalau  nantinya berjualan,” ujar Fitri sambil menaruh barang.

Ia pun mengaku kaget dengan adanya eksekusi lahan itu. Tentunya dengan kondisi ini,  Fitri tidak dapat mencari nafkah untuk sementara waktu. Fitri sangat mengharapkan agar Pemkot Batu bisa memberikan solusi perihal masalah tersebut. 

“Saya berharap bisa berjualan lagi secepatnya. Semoga pemkot Batu bisa memberikan solusi secepatnya agar roda perekonomian kami terus berjalan,” imbuhnya.

Para PKL itu berharap bisa kembali berjualan secepatnya. Area yang diinginkan oleh PKL adalah  area Alun-Alun Kota Batu. “Ya semoga kami bisa dapat tempat di area Alun-Alun Kota Batu. Karena alun-alun tempat yang strategis dan banyak orang yang datang,” tambah perempuan 24 tahun ini.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso berencana memindah PKL Jl Sudiro ke GOR Ganesha Alun-Alun Kota Batu. “Solusinya sementara ini yang akan kami rapatkan ya di area selatan GOR Ganesha supaya PKL bisa mencari nafkah,” ucap Punjul.

Diketahui, pengosongan lahan PKL itu sebagai buntut dari sengketa dua pihak, yakni pemilik lama Suprapto dengan pemilik baru Linawati Hedijanto. Kasus  sengketa lahan itu berawal dari gugatan yang dilayangkan pemilik lahan atas nama Linawati Hidajatno terhadap Suprapto. Padahal, PKL menyewa lahan kepada Suprapto. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->