Anggarkan Pariwisata Kota Batu tahun 2019 Rp 9 Miliar, Utamakan Desa Wisata Gunungsari

Dari kanan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Plt Kepala Dinas Pariwisata Imam Suryono, bersama pihak perhutani berdiskusi pengembangan wisata Dusun Brau di area Goa Pinus, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Dari kanan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Plt Kepala Dinas Pariwisata Imam Suryono, bersama pihak perhutani berdiskusi pengembangan wisata Dusun Brau di area Goa Pinus, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Upaya untuk memajukan pariwisata dan peningkatan ekonomi di Kota Batu terus dilakukan. Di tahun 2019 ini, Pemkot Batu mengalokasikan anggaran khusus pariwisata tahun 2019 sebesar Rp 9 miliar. “Anggaran Rp 9 miliar ini kita alokasikan khususnya untuk pengembangan pariwisata di Kota Batu. Mulai dari pengembangan dan pembuatannya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono.

Anggaran yang diperuntukkan untuk pariwisata ini difokuskan pada pengembangan desa wisaya di Kota Batu. Seperti pada Dusun Brau Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji. “Sebagian anggaran itu akan dibuat untuk pengembangan desa wisata di Dusun Brau. Yang sudah disiapkan sejak tahun 2018 silam,” katanya, Kamis (10/1/2019).

Dusun Wisata Brau ini akan dikembangkan dengan tempat edukasi sapi, melihat memang di sana sebagain penduduknya merupakan peternak sapi. Selain itu juga akan disediakan rest area.

Tidak hanya itu saja, juga akan diberikan wahana tentang pertanian terpadu. Kemudian ada juga rumah pengolahan susu. Hingga dibuatkan kereta susu.

Menurutnya Dusun Brau itu kaya akan berbagai potensi pariwisata. “Sehingga kami fokuskan untuk yang ada di sana. Semoga tahun ini bisa terwujud, karena target pengembangan wisata di Kota Batu setiap kecamatan harus ada dua wisata baru,” ucap pria yang juga staf ahli Pemkot Batu. 

Sebelumnya Imam bersama Wakil Wakil Kota Batu Punjul Santoso dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga telah melukan survey pada akhir tahun 2018 lalu.

Meskipun leading sector diambil kendali oleh Dinas Pariwisata tetapi beberapa bagian juga diambil oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Seperti untuk akses jalannya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). 

Lalu untuk pertanian terpadu oleh Dinas Pertanian Kota Batu. Kemudian Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan dengan olahan produk susu. Serta Dinas Lingkungan Hidup terkait dengan patung hingga pedestriannya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->