Ini lah Bagajo Jeruji, Batik Khas Buatan Warga Binaan Lapas Banyuwangi

Kalapas Banyuwangi menunjukkan proses pembuatan Bagajo Jeruji kepada pengurus PWI
Kalapas Banyuwangi menunjukkan proses pembuatan Bagajo Jeruji kepada pengurus PWI

BATUTIMES - Nama besar batik Gajah Oling sebagai batik khas Banyuwangi sudah tidak terbantahkan lagi. Oleh sebab itulah Lapas Banyuwangi memilih batik motif ini sebagai batik khas hasil buah tangan warga binaan Lapas Banyuwangi. Bedanya, batik Gajah Oling yang dibuat warga binaan memiliki ornamen tambahan berupa gelang-gelang.

Motif Gajah Oling dipilih untuk ikut memunculkan salah satu ikon Banyuwangi di kalangan masyarakat dan warga binaan. Ornamen gelang ini memang sengaja ditampilkan untuk menunjukkan bahwa batik motif Gajah Oling dengan ornamen gelang hanya diproduksi warga binaan Lapas Banyuwangi. “Ciri khas batik Gajah Oling produksi Lapas ini ada gelang-gelangnya,” kata Kepala Lapas Banyuwangi Ketut Akbar Hery Achyar, Senin (14/1/19).

Batik produksi warga binaan Lapas Banyuwangi ini dengan nama Bagajo Jeruji. Bagajo merupakan singkatan dari Batik Gajah Oling. Jeruji mewakili Lapas. Untuk Bagajo Jeruji, menurutnya ornamen tambahan berupa gelang-gelang ini dikembangkan tim desain yang dimiliki Lapas Banyuwangi. Dia menegaskan, pakem motif batik Gajah Oling tidak diubah dan tetap sesuai dengan pakemnya. “Tapi kita berikan tambahan berupa gelang. Ini maksudnya borgol,” tegasnya.

Pria yang biasa dipanggil Akbar ini menyebut warga binaan yang membatik ini telah mendapatkan ilmu dari beberapa pengrajin batik di Banyuwangi. Bukan hanya itu, beberapa alat untuk membatik juga disumbang oleh para pengrajin batik. 

Kegiatan ini juga sebagai bentuk pembinaan warga lapas, agar memiliki kegiatan positif dalam menjalani proses hukum. Selama 6 bulan, mereka sudah menciptakan batik sendiri dan dijual di pasaran. Untuk memproduksi batik tulis ada 6 kelompok yang terdiri dari 3 kelompok pembatik putra dan 3 kelompok pembatik putri. “Seluruh kelompok ini merupakan warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman di dalam Lapas," terangnya. 

Batik Bagajo Jeruji ini, lanjut Akbar, sudah dipesan sejumlah orang. Ada juga lembaga beberapa lembaga yang sudah memesan. Salah satunya adalah Bawaslu Banyuwangi. "Kami mematok harga sekitar Rp 200 hingga Rp 250 ribu, masyarakat juga bisa memesan motif sesuai keinginan," pungkasnya. 

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->