Soal Ulasan Musik 18+ Ditemukan dalam Buku Paket Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP

Buku paket bahasa Indonesia kelas 8 (Foto istimewa)
Buku paket bahasa Indonesia kelas 8 (Foto istimewa)

BATUTIMES - Musisi asal Malang Atlesta kaget ketika menyadari bahwa video-videonya di Youtube mendapat komentar-komentar semacam, "Buku bahasa Indonesia brought me here", "dari buku bindo", dan "tau lagu ini gara-gara paket bi". Pasalnya, musik-musik yang ada dalam video-video tersebut adalah musik-musik yang eksplisit dan bernuansa sensual. Kegelisahan ini awalnya dinyatakan oleh Fifan Atlesta dalam twitternya.

"Masa iya di buku LKS Bahasa Indonesia SMP dan SMA ada soal bahas tentang musik saya? Circa album 'Sensation' lagi. Serem jg ya tim yg bikin soal."

"Pantes dari taun lalu banyak banget yg komen beginian. Telat sih saya untuk tau. Tapi kayanya ini gak bener deh. Jujur dan saya akui, Atlesta itu adult content. Eh ini malah di cekokin ke anak SMP lewat buku paket."

Untuk diketahui, soal itu terdapat di bab 6 Buku Paket Bahasa Indonesia Kelas VIII Halaman 157. Dalam soal tersebut terdapat kutipan satu artikel yang dicomot dari sebuah media. Nah, artikel tersebut berisi ulasan album kedua Atlesta yang berjudul 'Sensation'. Menurut Fifan, isi lirik dan albumnya memang untuk 17 tahun ke atas.

"Mau protes juga saya bingung. Saya bukan orang berpendidikan tinggi kaya mereka yg bikin buku paket itu. Cuman ini sangat disayangkan dan sedikit menyedihkan untuk saya. Semoga kelak ada yg punya jawaban untuk pergumulan penuh tanya saya ini," tulis Fifan.

Ditemui di Studionya di Jalan Semeru baru saja, Fifan menegaskan bahwa album ini belum layak dikonsumsi untuk anak SMP. "Menurut saya belum layak untuk konsumsi anak SMP. Sebenarnya yang bikin masalah itu bukan saat mereka baca artikelnya Winda (penulis) di buku paketnya tapi after effectnya saat mereka baca itu. Itu kan mereka pasti kepo. Problemnya adalah di kepo itu. Akhirnya buka di YouTube," papar Fifan.

Terlebih lagi, salah satu lagunya adalah mengenai dua wanita lesbian. Namun, Fifan menegaskan bahwa dalam videonya sendiri selalu ada peringatan explicit content dan parental advisory.

"Jadi yang jadi masalah itu ketika mereka buka video klipnya. Banyak video klipnya Atlesta yang menurutku belum pas untuk anak-anak. Problemnya adalah after effectnya setelah mereka baca. Triggernya ya ulasan itu tadi," imbuhnya.

Memang, dalam video-video Atlesta tidak ada adegan porno. Namun, menurut Fifan video-videonya selalu memberikan trigger. Misalnya saja, terlihat punggung model yang berjoget secara sensual. "Pasti itu trigger juga. Mungkin pengaruhnya lebih ke pengaruh psikisnya anak-anak ini," pungkas Fifan.

Fifan sendiri tidak munafik dan mengaku senang ulasan tentang karyanya bisa termuat dalam buku paket nasional. Namun, ia merasa ini bukan pada tempatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra. Zubaidah, MM mengaku belum mendapat laporan mengenai hal ini. "Saya belum baca dan belum melihat karena belum ada laporan," ujarnya tadi (14/1).

Ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah menyatakan bahwa hal ini bergantung persepsi. "Sekarang ini kan berita yang bener, berita tidak benar itu sulit membedakannya. Sulit kalau orang yang betul-betul ndak ngerti. Beda-beda persepsinya," ungkapnya.

"Orang itu kan kadang tergantung persepsinya. Kalau persepsinya positif mungkin sekadar berita. Tapi kalau orang yang punya kepentingan kan dilacak," imbuhnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->