Kelurahan Songgokerto Suguhkan Wisata Sawah, Pengunjung Diajak Bermain dengan Angsa Sambil Tandur Pari

Salah satu fasilitas kafe di Pine Park Dusun Songgoriti Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu fasilitas kafe di Pine Park Dusun Songgoriti Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Destinasi kembali ke alam dengan menyuguhkan edukasi pertanian sedang dikembangkan oleh Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersama Kelurahan Songgokerto.

Namanya Pine Park di area perbukitan Gunung Banyak Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

Pine Park ini baru saja dibuka di lahan seluas satu hektar. Dibawah area hutan-hutan pinus dan sawah tentunya terasa sangat sejuk dan rindah. Terlebih disuguhkan  pemandangan sawah dan beberapa wilayang Kota Batu

Bahkan jika ada kegiatan paralayang bisa dilihat dari dekat para pemain paralayang itu. Sebab arenya sangat berdekaran dengan landing paralayang yakni lapangan Songgomaruto. 

“Kalau malam di sini bisa melihat gemerlap lampu-lampu cantik dari The Onsen Resort dan Balai Kota Among Tani, dan pemandangan lainnya sangat cantik,” kata Lurah Songgokerto Diasn Saraswati.

Pine Park itu merupakan tempat wisata yang menyuguhkan wisata alam yang berada di area persawahan. Dengan bangunannya terbuat dari kayu dan bambu. 

Dan mengusung gaya tradisional mulai dari desain bangunan hingga fasilitas lainnya. Di sana ada kafe yang menyuguhkan kopi khasnya yakni kopi songgoriti.

“Kebetulan kopi khas kelurahan Songgokerto ini tahun 2017 lalu menang juara II nasional. Dan jadi khasnya di sini,” imbuhnya, Jumat (18/1/2019).

Kemudian ada juga kawasan pangan lestari dengan beragam tanaman mulai dari cabai, terong, tomat, dan sebagainya. Lalu ada juga pawon-pawonan tradisional di sana disuguhkan beragam fasilitasnya juga.

Lalu ada taman angsa, taman itu dipenuhi dengan angsa-angsa. Ada juga tandur pari, area bersantai dengan lima gazebo.

Kawasan ini juga menjadi tempat berwisata edukasi untuk mengenalkan khususnya kepada anak-anak. Dian menjelaskan hadirnya wisata ini salah satu bentuk hadirnya pemerintah ditengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan visi Kota Batu yakni ‘Desa Berdaya Kota Berjaya’.

Yang nanti di dalamnya juga menunjukkan wisata budaya. Dengan menghadirkan konsep tarian yang menceritakan tentang Kendedes dan Ken Arok saat berada di Candi Supo. 

“Kita buat wisata budaya dengan menyuguhkan tarian kolosal itu. Lalu ada konsep dolanan anak-anak juga,” tambah mantan staf Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu.

Menurutnya pihak kelurahan terus berupaya mengembangkan potensi yang ada di sana. Tentunya untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar, terlebih untuk mengembangkan wisata itu menggunakan dana dari swadaya masyarakat sekitar.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->