Ekspedisi Malang Purba (1)

MalangTIMES-Fakultas MIPA UB Jelajahi Malang untuk Ketahui Asal-usul Terbentuknya Malang Purba

Dekan FMIPA UB Drs Adi Susilo M.Si, Ph.D (kiri), General Manager MalangTIMES Lazuardi Firdaus (tengah), Ketua Yayasan Garuda Khatulistiwa Rachmad Zakaria saat menelusuri sungai di Dampit.
Dekan FMIPA UB Drs Adi Susilo M.Si, Ph.D (kiri), General Manager MalangTIMES Lazuardi Firdaus (tengah), Ketua Yayasan Garuda Khatulistiwa Rachmad Zakaria saat menelusuri sungai di Dampit.

Apa yang terbesit di pikiranmu ketika membayangkan bagaimana dulunya wilayah  Malang ini terbentuk? Mengapa tanah Malang yang kita jejaki ini begitu subur? Apa kandungan kekayaan alam yang terpendam di wilayah Malang?

Untuk menelusurinya secara detail, beberapa waktu lalu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan MalangTIMES melakukan penjelajahan ke beberapa kawasan di Malang Raya. Penjelajahan ini kami beri nama Ekspedisi Malang Purba.

Dengan memahami sejarah terbentuknya Malang Raya, maka kita akan sangat bisa mengetahui potensi apa yang dimiliki daerah tercinta ini. Kita akan tahu mengapa kopi di Malang Selatan rasanya khas dan pernah menjadi yang terbaik di Indonesia. Dan bagaimana caranya menyajikan kopi Malang agar cita rasanya tetap menjadi paling enak saat diseduh dengan air panas.

Konon katanya, Malang memiliki kandungan emas melimpah yang terpendam. Sehingga, tak heranlah jika Pramoedya Ananta Toer dalam novelnya Arok Dedes menggambarkan bahwa Ken Arok mempunyai tambang emas yang cukup besar di wilayahnya. Hasil tambang emas inilah yang digunakan untuk membesarkan kerajaannya, Singhasari. Dan suatu saat nanti, Singhasari menjadi cikal bakal terbentuknya Majapahit, pemerintahan terbesar (bahkan lebih besar dari wilayah NKRI saat ini) yang menyatukan Nusantara.

Konon juga, dulunya daratan di sebagian wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu adalah kawasan lahar panas.

Bergeser sedikit ke daratan yang ada di wilayah selatan, dulunya Kecamatan Dampit dan Turen yang berbukit-bukit ternyata adalah lautan yang cukup dalam.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan teori-teori itu, MalangTIMES melakukan perjalanan bersama Pakar Geologi sekaligus Dekan Fakultas MIPA UB Drs. Adi Susilo, M.Si., Ph.D dan pakar-pakar ilmu alam lainnya.

Selama perjalanan menelusuri beberapa kawasan di Malang, menyatakan bahwa MalangTIMES akan terkaget-kaget melihat fakta yang ada.

"Jadi Kota Malang ini memang terbentuknya tadinya adalah hasil dari lahar Gunung Arjuno," ujarnya.

Jadi, dulunya Malang merupakan kawasan lahar besar yang kemudian membentuk menjadi dataran tinggi. Umur dari gunung-gunung api itu sendiri masih sangat muda. Terbentuknya masih sekitar 5 juta tahun yang lalu.

Untuk itulah, tanah yang ada di Kota Malang merupakan tanah yang belum padat. Tak heran jika banyak terjadi longsor, terlebih lagi di wilayah Batu. Bukti terbentuknya Malang dari lahar gunung api tersebut bisa kita lihat ketika menggali tanah. Pada kedalaman sekitar 13 meter, kita akan menemukan pasir. Pasir itulah yang berasal dari gunung api.

Hal ini juga yang membuat wilayah Malang dan sekitarnya begitu kaya dan subur. Seperti yang diketahui, abu vulkanik menjadikan tanah subur. Pasir dan batuannya mengandung mineral-mineral berkualitas. Buah-buahan kita akan lebih enak dibandingkan di daerah kapur. Air mineral juga lebih berkualitas.

Nah, bergeser ke daerah selatan. Dataran yang kini berada di daerah Malang Selatan dulunya merupakan lautan dalam. Buktinya, terdapat batu-batu kapur. Dan apabila diteliti lebih dalam, akan banyak ditemukan hewan-hewan laut yang masih terperangkap di situ.

Daratan yang dulunya lautan dalam itu di antaranya adalah Kecamatan Dampit, Pagak, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Gedangan, Ampelgading, dan Tirtoyudo.

Selain itu, di lautan tersebut dulunya juga terdapat gunung-gunung api. Gunung-gunung api itu kini telah mati. Terpendam di daratan Malang Selatan. Untuk itu, terdapat indikasi adanya logam-logam mulia, termasuk emas. Apabila bisa digali, akan ada temuan emas-emas yang melimpah. Emas-emas primer yang berkualitas.

Semua bahasan itu akan ada di seri selanjutnya mengenai Asal-Usul Terbentuknya Malang Purba. Nantikan hanya di MalangTIMES.com.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Lazuardi Firdaus
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->