Toilet di DPRD Kota Probolinggo Rusak

Kamar Mandi (Toilet) di dekat komisi II DPRD Kota Probolinggo, yang tidak berfungsi (Agus Salam/Jatim TIMES)
Kamar Mandi (Toilet) di dekat komisi II DPRD Kota Probolinggo, yang tidak berfungsi (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Sejumlah kamar mandi atau toilet di Gedung DPRD Kota Probolinggo rusak alias tidak dipakai. Tak hanya itu, salah satu dapur komisi tidak pernah dipakai sejak gedung rapat komisi ditempati. Alasannya, wastafel di dapur gedung sisi utara tersebut, airnya tidak keluar.

Kini, ruang dapur yang dilengkapi rak dapur atau kitchen set itu, beralih fungsi menjadi tempat penimbunan kursi. Kondisi kamar mandi seperti itu dibenarkan oleh anggota DPRD Nur Hudana dan H Sulaiman serta petugas cleaning service gedung DPRD, Senin (11/2) siang sebelum acara hearing dimulai.

Hanya saja, mereka tidak mengetahui jumlah kamar mandi yang tidak bisa dipakai. Menurut 2 anggota DPRD tersebut, toilet rusak sudah lebih dari setengah tahun, namun dibiarkan. Namun demikian, toilet yang dimaksud masih bisa dipakai untuk buang air kecil. “Kalau untuk kencing masih bisa. Kalau untuk buang air besar atau buang hajat, tidak bisa,” ujar keduanya.

Menurut Sulaiman, ia berasma anggota DPRD yang lain, jika hendak membuang hajat ke kamar mandi yang water closed-nya (WC) masih berfungsi. Yakni di selatan gedung utama. Politikus PDIP ini meminta, pemkot segera memperbaiki toilet yang rusak. “Jadi kalau kami mau kencing, tidak jauh-jauh saat hearing,” tandas anggota komisi III yang mengaku tidak tahu jumlah WC yang tidak dipakai.

Hal senada juga diungkap Rudi petugas cleaning service DPRD dari pihak ketiga. Disebutkan, dari toilet yang ada, lebih banyak yang tidak bisa dipakai ketimbang kamar mandi yang masih berfungsi. Hanya saja ia mengaku tidak tahu pasti jumlahnya. “Yang saya ketahui yang rusak toilet di komisi III. Yang berfungsi toilet di selatan gedung dan ruang pimpinan dewan,” tandasnya.

Menurutnya, yang tidak berfungsi hanya closed-nya. Sedang jika anggota dewan untuk buang air kecil masih bisa, karena air tetap mengalir. Ia membenarkan, dapur di timur ruang rapat komisi II, tidak pernah dipakai lantaran wastafel-nya tidak keluar air. “Coba sampean lihat. Kan ditumpuki kursi. Dapur ini mulai dari awal, tidak pernah difungsikan,” tambahnya. 

Lain lagi dengan pengakuan salah satu staf sekretariat dewan (Sekwan). Perempuan yang berkantor di lantai dua tersebut mengaku, toilet dan dapur di dekat ruangannya, tidak ada masalah alias masih berfungsi. “Kalau toilet dan dapur di ruangan kami, masih berfungsi. Ya, tidak ada masalah. Kalau yang lain, saya tidak tahu,” ujar perempuan yang keluar dari ruangannya tersebut. 

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->