Sabar, Perbaikan Jalan Berlubang Terkendala Anggaran

Pengguna jalan saat melintasi ratusan jalan berlobang yang ada di Jalibar, Kecamatan Kepanjen (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Pengguna jalan saat melintasi ratusan jalan berlobang yang ada di Jalibar, Kecamatan Kepanjen (Foto : Dokumen MalangTIMES)

BATUTIMES - Setelah “diserbu” warganet dan banyak masyarakat yang mengeluh. Membuat pemerintah Kabupaten Malang bergerak mencari solusi dari ratusan lubang jalan yang ada di Jalur Lingkar Barat (Jalibar), Kecamatan Kepanjen.

Ketika dikonfirmasi, Camat Kepanjen, Abai Saleh membenarkan temuan wartawan terkait jalan berlubang yang ada di Jalibar. Bahkan pihaknya juga tidak menampik jika beberapa ruas jalan yang ada di wilayah pemerintahannya, juga banyak terdapat jalan dengan kondisi berlubang.

Terkait hal ini, pihaknya mengaku bakal segera menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut. Salah satunya dengan melakukan pemetaan dan berkoordinasi dengan instansi terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Kabupaten Malang.

"Sejauh ini kami rutin berkeliling ke beberapa jalan yang ada di Kecamatan Kepanjen. Jika ada yang berlubang segera akan kami perbaiki. Terkait penambalan dan perbaikan jalan, kami juga melibatkan Dinas Bina Marga, karena itu merupakan wewenang mereka,” kata Abai.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Romdhoni menegaskan, pihaknya hingga kini terus melakukan evaluasi dari laporan warga terkait akses jalan yang berlobang. Bahkan tidak sedikit dari keluhan tersebut, sudah ditangani dengan cara melakukan penambalan jalan dan beberapa trobosan perbaikan jalan lainya.

“Melalui tim sapu lobang, kami melakukan perbaikan pada jalan berlobang yang bisa membahayakan pengendara,” tegas Romdhoni.

Hingga saat ini, Romdhoni terus menginstruksikan kepada tim sapu lobang untuk melakukan peninjauan dan pembenahan jalan di Kabupaten Malang yang rusak. Terhitung sejak akhir tahun 2018 lalu, tim yang dikerahkan sudah melakukan perbaikan di beberapa jalan yang ada di Kabupaten Malang.

Berawal dari keterangan tersebut, wartawan kemudian kencoba untuk mengamati lebih detail jalan yang ada di seputaran Kecamatan Kepanjen, termasuk di Jalibar. Secara sepintas, memang nampak sebagian jalan sudah ditembel. Sebab material yang digunakan memang terlihat masih baru. Namun, di beberapa akses jalan lainya, masih nampak beberapa lubang yang terkesan masih dibiarkan.

Belakangan diketahui, musim hujan diduga menyebabkan banyak kerusakan dan lubang baru. Dampaknya, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, terkesan kualahan untuk menanggulangi semua keluhan warga, terkait jalan rusak tersebut.

“Kami selalu merespons keluhan warga. Tapi perbaikan yang dilakukan memang bertahap. Tim sapu lobang juga terus berpindah-pindah ke berbagai wilayah,” dalih Romdhoni.

Selain hanya bisa terus berusaha secara maksimal, instansi yang digawangi oleh Romdhoni ini juga memiliki banyak kendala. Diantaranya terkait pembiayaan. “Anggarannya terbatas, tidak bisa diperbaiki sekaligus. Jadi harus bertahap,” pungkasnya.

 

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->