Usai Tera Ulang Timbangan, Pembeli di Malang Bisa Cek di Pos Ukur

Petugas Disdag Kota Malang mengecek anak timbangan yang digunakan para pedagang pasar tradisional. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Petugas Disdag Kota Malang mengecek anak timbangan yang digunakan para pedagang pasar tradisional. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BATUTIMES - Kegiatan tera ulang atau pengukuran kembali bobot dan ketepatan timbangan di pasar-pasar tradisional terus dilakukan di Kota Malang. Tak hanya memperbaiki timbangan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang juga menyediakan pos ukur bagi pembeli.

Di pos ukur tersebut pembeli bisa langsung mengecek apakah berat barang yang dibawa sudah sesuai dengan ukuran seharusnya atau tidak.

Kepala Seksi Tertib Niaga Disdag Kota Malang Luh Putu Eka Wilantari mengungkapkan, pihaknya juga melakukan pos ukur berkala untuk mengecek hasil timbangan. "Di pos ukur itu, ibu-ibu yang pulang belanja kami ajak mengukur kembali. Jika ternyata kedapatan ada selisih berat yang tidak wajar, maka pedagangnya akan kami periksa timbangannya," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Disdag Kota Malang Wahyu Setianto mengungkapkan, sekitar akhir bulan Januari 2019 lalu, pihaknya sudah mendatangi 10 pasar tradisional di Kota Malang untuk melakukan tera. "Sekitar dua tahun belakangan ini, kami pro aktif mendatangi pasar untuk melakukan tera ulang, utamanya timbangan-timbangan lama," terangnya. 

Selain pemeriksaan, timbangan pedagang juga dikoreksi. Misalnya ditambah pelat logam agar anak timbangan memiliki bobot standar. "Kalau rusak, harus segera diganti. Sementara, bagi pedagang kecil yang masih belum punya timbangan, bisa kami pinjami dulu," ungkap Wahyu.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi angka pedagang yang melakukan kecurangan ketika melakukan timbang barang. "Kalau dulu, ada sekitar 30 sampai 40 persen pedagang yang curang. Sekarang masih ada, tapi tidak banyak, yakni sekitar 10 sampai 15 persen," jelas Wahyu.

Oleh karena itu, untuk mengurangi angka kecurangan pedagang, pihaknya terus melakukan tera ulang secara rutin. "Kami terus melakukan pemeriksaan secara rutin setiap bulan. Hal ini kami lakukan untuk membiasakan pedagang untuk jujur dan tertib ukur," sebutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, timbangan tersebut akan diberi stempel pada pemberat dan timbangannya. Sehingga, kalau ada kecurangan bisa segera ditindak lanjuti. "Kami memiliki tim, dengan melibatkan Satpol PP. Kalau masih ada saja pedagang yang melakukan kecurangan, biar ditindak sama satpol. Kalau sudah keterlaluan, timbangan langsung diamankan," tegasnya. 

Melalui pengukuran rutin tersebut, Kota Malang berhasil meraih penghargaan Pasar Tertib Ukur (PTU) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Seperti yang terjadi di Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Bareng, Pasar Madyopuro, dan Pasar Sawojajar. "Ke depan, kami menyiapkan Pasar Klojen, Bunulrejo, Lesanpuro, Madyopuro, Sukun, Mergan, Kasin, Tawangmangu, Gadang Lama dan Kotalama," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->