Ke Depan, Walikota Tekankan Coffe Morning Bakal Tematik dan Solutif

Forkopimda Kota Malang foto bersama setelah coffee morning. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Forkopimda Kota Malang foto bersama setelah coffee morning. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

BATUTIMES - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang berkumpul dalam gelaran coffee morning di rumah dinas ketua DPRD Kota Malang, Kamis hari ini (14/2/2019). Selain tuan rumah ketua DPRD, yang hadir antara lain wali kota, kapolres, dandim, kajari Kota Malang, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Dalam coffee morning tersebut, Forkopimda Kota Malang sepakat untuk terus melakukan pertemuan demi menjalin sinergitas berkelanjutan namun dalam kemasan yang lebih berkonsep. Disepakati, setiap pertemuan memiliki sebuah tema pembahasan serta menghasilkan solusi.

"Memang waktunya kapan tentatif. Namun yang jelas rutin. Nah ke depan akan dibuat coffee morning yang tematik dan solutif. Hari ini kan disepakati besok membahas tema apa. Misalnya membahas kampanye damai atau tema lainnya, maka nanti yang diundang bisa menyesuaikan," kata Wali Kota Malang Sutiaji. "Kemudian solusinya bagaimana, siapa yang bisa dimintai penjelasan, atau bahasa kasarnya ditutuk. Sehingga dengan itu pertemuan bisa lebih bermanfaat," sambungnya.

Sementara,  tema hari ini belum membahas hal yang serius. Pertemuan itu hanya mencari kesepakatan bagaimana ke depannya agenda coffee morning.

"Selain itu, ini silaturahmi untuk lebih memperkuat simpul jalinan pada Forkopimda Kota Malang. Kota Malang ini kan sudah kondusif. Nah ini harus diperkuat lagi. Merawat itu lebih sulit daripada memulai. Nah, jangan sampai yang kondusif ini tak jadi kondusif lagi," ucap Sutiaji.

Pertemuan coffee morning yang akan datang disepakati untuk membahas  tema yang saat ini sudah mulai "panas". Yakni terkait pemilu. "Yang akan datang membahas seputar pemilu damai," beber Sutiaji.

Ketua DPRD Kota Malang, Bambang Heri Susanto menjelaskan, coffee morning ini memang merupakan upaya memperkuat dan merapatkan barisan pimpinan untuk mengantisipasi masukan-masukan negatif yang membuat ketidaknyamanan di Kota Malang dalam segala hal. 

"Semua harus berbicara bersama untuk menjalin keharmonisan. Jika yang kemarin-kemarin nggak ada undangan untuk fraksi, sekarang ada undangan untuk fraksi," ungkapnya.

Bambang mencontohkan soal isu keamanan. Apa yang dilihat dan diketahui oleh kapolres maupun dandim dibicarakan bersama. 

 

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->