Wujudkan Smart City, Dinas Kominfo Pemkab Blitar Pacu Kemajuan Desa lewat Program Desa Pintar

Sosialisasi program Desa Pintar yang digelar Dinas Kominfo Pemkab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Sosialisasi program Desa Pintar yang digelar Dinas Kominfo Pemkab Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BATUTIMES - Pemkab Blitar menyadari inovasi adalah kunci bagi lahirnya berbagai terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Karena itu, perlu ada instrumen yang bisa digunakan untuk memacu desa-desa di Blitar agar saling membuat berbagai terobosan.

Gagasan dan ide cemerlang selalu digali oleh Pemkab Blitar. Misalnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Untuk mewujudkan Kabupaten Blitar  sebagai salah satu smart city, Dinas Kominfo menggagas program Desa Pintar.

Program Desa Pintar tersebut disosialisasikan kepada jajaran pemerintah kecamatan serta pemerintah desa dan kelurahan di ruang Perdana, Kantor Pemkab Blitar, Kamis (14/2/2019). Program ini diharapkan dapat memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar Eko Susantobmengatakan ada 13 desa di wilayah pinggiran yang menjadi pilot project Desa Pintar. Ke-13 desa/kelurahan itu masing-masing Minggirsari, Ngrendeng, Kemirigede, Serang, Tugurejo, Bendorejo, Beru, Resapombo, Bakung, Wonotirto, Selorejo, Candirejo dan Gembongan.

Desa Pintar adalah program digitalisasi pelayanan publik mulai dari surat-menyurat hingga administrasi. Intinya, lewat program ini, masyarakat desa bisa melihat informasi layanan di Pemerintahan Kabupaten Blitar melalui teknologi informasi.

“Kenapa perlu ada pilot project? Supaya ada motivasi. Yang kedua agar ada kompetisi supaya sehat. Ketiga belas desa itu kami pilih karena merupakan desa-desa yang ada di pinggiran,” ungkap Eko Susanto.

Kepala Dinas Kominfo Kab Blitar, Eko Susanto saat menyampaikan paparan.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

 

Inovasi dan penggunaan teknologi sangat penting bagi percepatan pembangunan desa. Eko menegaskan, dipilihnya ketiga belas desa tersebut sesuai dengan amanah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional serta visi dan misi bupati dan wakil bupati Blitar untuk peningkatan reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

“Daerah pinggiran ini kan jauh dari pusat pelayanan publik. Kami berharap program Desa Pintar ini akan banyak memberikan kemudahan kepada masyarakat pinggiran bermodalkan teknologi informasi,” ucapnya.

Persoalan lemotnya jaringan internet masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat di pedesaan. Terkait hal ini, Dinas Kominfo akan menggandeng Indosat dan Telkom agar program ini sukses dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Desa butuh akses internet yang bagus dengan hiper-optik. Harapan kami program ini akan dapat membantu warga desa, semisal ngurus surat-surat itu cukup bisa dari rumah. Nanti di setiap desa akan ada anjungan. Di anjungan itu akan ada aplikasi yang dibutuhkan semisal kesehatan, pendidikan dan layanan lainnya,” paparnya.

Lebih dalam Eko menyampaikan, pilot project Desa Pintar dengan melibatkan 13 desa diharapkan dapat terealisasi tahun 2019 ini. “MoU kita di tahun 2019, APBDes sudah didok. Harapan kami, beberapa desa sudah menyiapkan sarana dan prasarananya. Nanti di desa kan ada PAK. Kami akan kawal itu untuk mewujudkan Desa Pintar. Termasuk kami juga akan sampaikan di musrenbang,” katanya.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->