Tawarkan Keponakan Rp 80 Ribu, Paman dan Mucikari Diciduk

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat meminta keterangan dari Jamat, salah satu paman dari PSK yang berhasil diamankan (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat meminta keterangan dari Jamat, salah satu paman dari PSK yang berhasil diamankan (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

BATUTIMES - Razia prostitusi yang dilakukan Polres Jember terhadap warung remang-remang  di Desa Pakusari pada Rabu malam membuat geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, dari tiga PSK, dua mucikari serta satu makelar yang diamankan, terdapat dua pelaku yang masih terhitung saudara, yaitu paman sebagai makelar dan keponakan sebagai PSK.

“Penggerebekan warung remang-remang yang selama ini dijadikan sebagai tempat prostitusi yang ada di Desa Pakusari atas laporan masyarakat yang merasa risih dengan lokasi tersebut. Apalagi prostitusi tersebut ilegal dan ada di jalur provinsi yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi, sehingga kami melakukan razia,” ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.

Dalam razia tersebut, terdapat tiga PSK dan dua mucikari serta satu makelar yang berhasil diamankan. Ironisnya, salah satu PSK yang bekerja di warung remang-remang tersebut atas ajakan pamanya yang berprofesi sebagai makelar.

“Memang ada dari pelaku yang kami amankan masih saudara sepupu. Sepupunya minta dicarikan pekerjaan. Dan oleh pamannya, ditawarkan pekerjaan sebagai PSK di warung milik Damang, salah satu mucikari yang juga kami amankan,” ungkap kapolres.

Menurut kapolres, modus yang digunakan para pelaku adalah menjadi pelayan di warung-warung tersebut. Namun selain menjual makanan, pemilik warung juga menyediakan bilik untuk prostitusi di belakang warung sehingga sekilas tidak terlalu terlihat kalau ada bilik prostitusi. 

“Modusnya pemilik warung menyediakan bilik di belakang warungnya untuk berbuat cabul. Mereka memasang tarif mulai dari 80 ribu sampai 120 ribu. PSK akan membayar sewa biliknya 20 ribu,” beber kapolres.

Sementara, identitas PSK yang terjaring adalah Yeniar Amelia (27), Romlah (35) -keduanya warga Kabat Banyuwangi-, serta Lia Nurhayati (38), warga Jalan Imam Bonjol Tegal Besar Jember. Sedangkan dua mucikari yang diamankan adalah Damang Mahayu (32) dan Misnati (48). Keduanya warga Sumbersari Jember. Satu makelar yang diamankan adalaj Jamat (45) yang tidak lain paman Yeniar, asal Kabat Banyuwangi.

Dari para pelaku, polisi mengamankan dua buah kondom yang habis digunakan serta uang senilai Rp 313 ribu. Pelaku dijerat pasal 506 KUHP. “Untuk mucikari, ancaman hukumannya 1,5 tahun penjara. Dan tadi mereka berjanji akan bertobat dan bersedia untuk membongkar warungnya,” pungkas kapolres. 

 

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->