DBD Mewabah, DPRD Kabupaten Blitar Minta Optimalkan Pemantauan

Ilustrasi.(Foto : Goggle Images)
Ilustrasi.(Foto : Goggle Images)

BATUTIMES - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar mengimbau pemerintah kota mulai mengantisipasi demam berdarah dengue (DBD) yang mulai mewabah. Apalagi, jumlah pasien terus bertambah. 

Informasi yang diihimpun, awal tahun hingga pertengahan Februari 2019, ada  359 penderita DBD dengan lima korban meninggal dunia. Angka ini menjadi tertinggi kedua di Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Susi Narulita mengatakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) harus aktif melakukan pemantauan terhadap perkembangan demam berdarah. Baik memantau kondisi penderita maupun kondisi daerah yang banyak ditemukan kasus hingga menyebabkan penderita meninggal dunia.

"Kami meminta Dinas Kesehatan melalui  puskesmas untuk terus memantau kondisi di lapangan. Tidak hanya kondisi penderita, namun juga harus ada upaya-upaya pencegahan dengan penyuluhan, baik di lingkungan pemukiman warga maupun di sekolah-sekolah," ungkap Susi Narulita.

Selain peran dari instansi terkait dan petugas kesehatan, Susi meminta masyarakat yang mengalami tanda-tanda demam berdarah untuk segera periksa ke pelayanan kesehatan sehingga cepat mendapatkan penanganan medis.

"Tidak hanya petugas kesehatan dan instansi terkait yang harus turun tangan. Lebih dari itu, masyarakat juga harus aktif ikut menekan angka demam berdarah. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Dan yang lebih penting adalah cepat pergi ke fasilitas kesehatan jika merasakan gejala demam berdarah. Soalnya, selama ini penderita yang meninggal dunia kebanyakan dimungkinkan karena telat ditangani," tambah dia.


Terpisah, Kasi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Masalah Kesehatan Eko Wahyudi mengatakan lima penderita demam berdarah yang  meninggal dunia ini di antaranya berasal dari Kecamatan Sanankulon, Kademangan, Talun, Kanigoro dan Wates. "Sampai dengan hari ini penderita demam berdarah Kabupaten Blitar sebanyak 359 dengan lima penderita meninggal dunia," kata Eko. 

Atas kondisi ini, Pemkab Blitar melalui Dinas Kesehatan menginstruksikan lintas sektor ditingkat kecamatan dan desa untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Untuk memberantas jentik nyamuk.  Pihaknya juga terus menerus melalukan fogging menyebar di seluruh kecamatan. 

"Secara rutin dan serentak setiap hari Jumat dari berbagai elemen masyarakat dan lintas sektor tingkat desa dan kecamatan untuk  melakukan PSN. Selain fogging yang memang kita lakukan terus-menerus menyebar di seluruh kecamatan," tuntasnya.

 

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->