Bencana Besar Guncang Coban Talun, Tewaskan 4 Orang

Petugas saat mengevakuasi korban terkena runtuhan pohon di Wanawisata Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Batu, Kamis (14/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petugas saat mengevakuasi korban terkena runtuhan pohon di Wanawisata Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Batu, Kamis (14/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Bencana alam cukup besar menyelimuti Wanawisata Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Batu, Kamis (14/2/2019). Ada 15 korban terjebak dalam bencana itu dan 4 di antaranya tewas di lokasi kejadian.

Warung-warung yang ada di sana porak-poranda. Pohon tumbang terjadi di beberapa titik karena angin yang cukup hebat. Di beberapa titik, juga terjadi longsor.  Tercatat korban meninggal empat orang, luka berat dua orang, luka-luka delapan orang. 

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu setelah mendapatkan informasi langsung melakukan koordinasi dengan kepolisian, TNI, PMI, BNPB, OPD terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Penanggulangan Kebakaran.  Beberapa fasilitas untuk menunjang evakuasi diterjunkan. Mulai dari mobil rescue, ambulans, tim medis, tenda darurat, rekayasa lalu lintas, tim pencari hingga anjing pelacak K9.

Hanya, keadaan yang genting itu berupa simulasi yang berlangsung selama 60 menit. Hal tersebut simulasi dalam penanganan bencana alam dalam status tanggap darurat longsor dan banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi di Kota Batu.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, kegiatan simulasi seperti ini sangat penting dilakukan. Tujuannya untuk mempersiapkan sinergitas antara Pemkot Batu dengan stakeholder dan masyarakat.

“Dengan adanya simulasi seperti ini, supaya nanti ketika terjadi bencana di Kota Batu, semua sudah siap. Sehingga saat evakuasi tahu apa yang mereka lakukan,” kata Punjul. 

Simulasi itu dibuat sesuai dengan bencana yang sering terjadi di Kota Batu. “Seperti banjir, tanah longsor, puting beliung ini selalu terjadi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batu Sasmito menambahkan, simulasi ini digelar memang dibuat layaknya terjadi sesungguhnya agar petugas yang beraksi di lapangan bisa melakukan tugasnya sesuai  fungsinya. "Agar mampu meminimalisasi adanya korban dan dampak lainnya,” ucap Sasmito. 

Selain itu, adanya simulasi tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar dan wisatawan yang berkunjung. Jadi, masyarakat dan wisatawan mengetahui penanganan bencana, mulai dari pra hingga pasca kejadian. “Adanya simulasi ini juga agar masyarakat bisa meminimalisasi bencana di sekitarnya,” tutup Sasmito. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->