Ratusan Honorer K2 Geruduk Dewan, Tuntut Rekrutmen P3K

Timour (baju merah) saat diwawancarai oleh awak media. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Timour (baju merah) saat diwawancarai oleh awak media. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

BATUTIMES - Ratusan pegawai tidak tetap (PTT) atau honorer di Kabupaten Tulungagung menggeruduk DPRD Tulungagung, Kamis (14/2). Kedatangan mereka untuk menuntut legislator di kabupaten ini segera memberikan rekomendasi rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang sudah dibuka sejak Jumat (8/2) lalu.

Setidaknya ada 31 pengajar dan 82 penyuluh pertanian yang mendatangi DPRD. Mereka merupakan pegawai honorer K2 yang hingga kini nasibnya masih tidak jelas. Rata-rata mereka sudah mengabdi sejak 2007 atau selama 12 tahun.

Timour, ketua presidium calon P3K, mengungkapkan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di gedung DPRD Tulungagung. “Eksekutif hingga saat ini masih menunggu surat persetujuan DPRD untuk rekrutmen tenaga P3K,” ujar Timour.

Turunnya Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 seakan memberi harapan baru bagi mereka untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak, dengan diangkat sebagai tenaga P3K. Sayang pendaftaran mereka sebagai tenaga P3K terganjal belum dikeluarkanya persetujuan dari DPRD Tulungagung.

Padahal, pendaftaran P3K akan berakhir pada Minggu (17/2) lusa. Sedangkan surat persetujuan dari DPRD paling lambat besok Jumat (15/2) sudah harus dikeluarkan. 

Sayangnya tidak ada satu pun anggota dewan yang bisa ditemui di gedung wakil rakyat itu dengan alasan ada dinas luar kota. Timour beserta rombonganya ditemui oleh Humas DPRD yang berjanji akan menyampaikan hal itu kepada ketua DPRD.

Badan Kepegawaian Daerah dan plt bupati Tulungagung sebenarnya sudah menyatakn akan mengambil rekrutmen P3K. Namun mekanisme penganggaran yang melibatkan DPRD harus dipatuhi. “Persetujuan dari DPRD mutlak harus dipenuhi,” katanya lebih lanjut.

Dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), rekrutmen P3K tahap satu ini meliputi rekruitmen untuk formasi jabatan guru di lingkup pemkab dengan status K2 dan memiliki kualifikasi minimal S-1  serta  masih aktif mengajar. Kemudian penyuluh pertanian yang tedaftar dalam BKN serta tenaga kesehatan.

Pemkab Tulungagung sendiri berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memiliki 113 Honorer K2 dan penyuluh pertanian yang masuk kategori dan berpeluang direkrut menjadi P3K, yang memiliki gaji setara dengan PNS.

Namun tampaknya Pemkab Tulungagung memiliki rencana untuk melewatkan kesempatan tersebut. Artinya tidak akan membuka kesempatan mereka untuk bisa menjadi P3K pada pelaksanaan rekrutment tahap satu ini.

Sekertaris Daerah Pemkab Tulungagung Indra Fauzi mengatakan mepetnya jadwal yang diterima oleh pemkab dan telah selesainya pembahasan anggaran selama setahun ke depan menjadi kendala bagi pemkab untuk membuka rekrutmen itu.

“Surat itu datangnya tanggal 07, terus anggaran kan harus persetujuan dewan dulu. Untuk tahap satu ini ndak ikutlah kan kasian, kita kan persetujuan dulu trus kita lapor ke menpan,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini anggaran yang ditetapkan dalam APBD 2019 sudah ditetapkan bahkan sudah dilaksanakan. Akibatnya. jika memaksakan mengambil kesempatan pada rekrutmen P3K tahap satu ini, pihaknya akan kesulitan mencukupi kebutuhan anggaran untuk menggaji P3K apabila mereka lolos seleksi.

“karena anggarannya APBD. Kami  harus nanya dewan dulu, setuju gak mereka. Makanya ini kita juga ndak tau kapan tahap duanya,” ucapnya.

Indra menjelaskan, untuk lebih jelasnya pihaknya bakal mengomunikasikan hal ini dengan pihak legislatif guna memutuskan langkah yang tepat.

Sementara itu Kepala BKD Tulunggaung Arief Budiman mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat 31 tenaga honorer K2 di Tulungagung yang 82 tenaga penyuluh yang semua nama namanya telah terdata dalam data milik pemerintah.

Pewarta : Joko Pramono
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->