Pembunuh Nenek Renta Teryata Kekasihnya Sendiri yang Masih Brondong

Kedua pelaku saat digelandang petugas di Mapolresta Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)
Kedua pelaku saat digelandang petugas di Mapolresta Kediri. (eko Arif s /JatimTimes)

BATUTIMES - Polisi akhirnya berhasil meringkus pembunuh nenek Sukinem (75) alias mentil, yang ditemukan tewas dengan keadaan mulut tersumpal kain dan ada bekas cekikan di leher di tempat kos korban sekitar Pasar Setonobetek Kota Kediri, beberapa waktu lalu. Pelaku tak lain adalah kekasihnya sendiri yang tergolong brondong alias masih muda.

Pelaku diketahui bernama  Dedi Asmawan (26) dan Ahmad Setiawan (25) keduanya adalah warga Desa Kauman Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, Dedi merupakan pacar korban yang telah menjalin hubungan asmara sejak 2013. Keduanya terpaut usia yang cukup jauh.

Dari identitas korban , mbah mentil merupakan warga Desa Kembangan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan, sementara Dedi saat ini masih berusia 26 tahun.

Yang lebih ironi lagi , Ahmad, teman Dedi ternyata lebih dulu memacari korban sebelum tahun 2013. Ahmad kemudian menyerahkan korban untuk dipacari oleh Dedi, sekitar tahun 2013 lalu. Artinya kedua pelaku sama-sama pernah menjalin asmara dengan Mbah Mentil, seorang pengumpul barang rongsokan itu.

Malam itu, Dedi mengaku kebablasan. Ia sebenarnya tak ingin membunuh korban, dan hanya ingin mengambil perhiasan serta uang korban yang disimpan di lipatan jarit di bagian perut korban. Namun diduga ada perlawanan dari Mbah Mentil. “saat itu tidak sengaja, kebablasan,” kata Dedi lirih saat rilis di Mapolres Kediri Kota. Kamis (14/02/19).

Selama pacaran, tiga bulan sekali mereka bertemu dan berhubungan di kos itu. Mbah Mentil pun kerap memberikan uang pada pelaku yang kini bekerja sebagai kuli bangunan. Mbah Mentil tewas dengan bekas luka cekikan, serta kehabisan nafas akibat sumpalan kain di mulutnya.

Sementara itu, menurut keterangan Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi mengatakan, motif dari pembunuhan tersebut, dikarenakan tersangka Dedi ingin memiliki barang berharga milik mbah mentil. "Kedua pelaku kita tangkap di rumahnya masing-masing. Saat akan dilakukan penangkapan, Dedi mencoba melarikan diri. Sehingga, petugas harus melumpuhkan tersangka Dedi dengan timah panas di bagian kaki kanannya,"ujarnya.

"Kedua tersangka saat ini ditahan di Polres Kediri Kota, guna menjalani proses hukum yang berlaku. Kedua tersangka terancam dijerat dengan pasal 339 KUHP subsider 338 KUHP atau Pasal 365 ayat (3) KUHP tentang tindak pidana pembunuhan yang disertai dengan tindak pidana lain (pencurian) atau tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun,"tandasnya.

Pewarta : Eko Arif Setiono
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->