SLBN Kota Batu Kekurangan Guru dan Fasilitas Penunjang

Wali Kota Batu Dewanti Rumpkoko dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih bersama anak berkebutuhan khusus (ABK) saat berswafoto di SLBN Kota Batu, Selasa (18/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpkoko dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih bersama anak berkebutuhan khusus (ABK) saat berswafoto di SLBN Kota Batu, Selasa (18/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Batu telah menampung hingga 95 pelajar di usianya yang ketiga tahun ini. Tetapi masih banyak kekurangan fasilitas maupun  guru pengajar di sekolah yang terletak di jalan Dusun Banaran, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, itu.

Saat ini SLBN Kota Batu memiliki 9 ruang kelas. Lalu ada perpustakaan dan kebun binatang mini yang berisi kelinci, ayam kate, ayam nila.

“Sebenarnya fasilitas yang masih kurang itu rumah keterampilan. Sampai sekarang harus kami beri sekat dibagi jadi 3 ruang,” kata Kepala SLBN Kota Batu Siti Muawanah Mariyam.

Satu ruangan itu dibagi untuk ruang membatik, tata boga, dan menjagit. Padahal, seharusnya kelas keterampilan satu bidang. Sekolah itu juga tak punya  tempat ibadah atau musala.

Tetapi,  dalam momen hari ulang tahun ini,  SLBN mendapatkan hadiah musala dari Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.  “Alhamdulilah kami mendapatkan hadiah dari Bu Wali Kota untuk musala. Jadi, nanti anak-anak waktu salat lebih nyaman,” imbuh kasek yang akrab disapa Ana itu.

Dia menambahkan, selain fasilitas tersebut, keterbatasan tenaga pengajar menjadi sebuah masalah. Saat ini hanya terdapat 10 guru. 

“Tentunya jumlah ini masih kurang. Misalnya  satu pengajar autis maksimal mengajar dua anak. Kalau di sini sampai 10 orang. Lalu tunagrahita di sini satu guru mengajar 18 anak. Padahal maksimalnya delapan anak,” ujar warga Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, ini. 

Karena itu, nantinya Ana berharap kekurangan jumlah guru dan beberapa fasilitas yang belum terpenuhi bisa segera terwujud. 

Sementara, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan bisa memfasilitasi walaupun kewenangan ada di Dinas Pendidikan Provinisi Jawa Timur. Dia akan memfasilitasi melalui adanya regulasi.

“Ya semoga ke depan bisa memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus ini. Tapi nantinya dengan dibuatkan sebuah regulasi,” ungkap Dewanti.

Soal kekurangan guru di SLBN Kota Batu ke depan, Dewanti berharap segera diatasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Sebab, kewenangan menambah jumlah pengajar  berada di sana.

“Jika fasilitas semua terfasilitasi, nantinya anak berkebutuhan khusus ini bisa mandiri dan berkualitas,” ujarnya. 
 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->