Miris, ASN Berkampanye di Medsos Selalu Mengaku Tak Paham Aturan

Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

BATUTIMES - Miris, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Malang yang berkampanye di media sosial selalu mengaku tak paham aturan. Hal itu disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang yang sampai dengan Maret 2019 ini sudah memanggil empat ASN yang terlibat dalam dugaan kampanye.

Dari hasil sidang yang dilakukan, ke empat ASN yang sudah dimintai keterangan oleh Bawaslu tersebut selalu mengaku jika mereka tak mengetahui aturan larangan bagi ASN untuk berkampanye. Karena semestinya ASN bersifat netral, meski mereka memiliki hak pilih.

"Kalau nggak paham, berarti mereka nggak baca Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dong," kata Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa.

Dia pun berharap agar ASN tetap mengedepankan netralitas menjelang proses demokrasi. Karena sesuai dengan Undang-Undang 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, ASN yang melanggar netralitas akan disanksi, baik kurungan maupun denda sesuai yang telah ditentukan.

Sementara dari empat kasus yang telah ditangani Bawaslu Kota Malang, menurutnya baru satu kasus yang sudah mendapat respon dari Komisi Aparatur Sipil Negara. Sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat bagi yang bersangkutan.

Sementara untuk tiga kasus lainnya, saat ini masih dalam tahap. Satu diantaranya sudah diajukan kepada Komisi Aparatur Sipil Negara untuk kemudian dapat disampaikan kepada Pemerintah Kota Malang sebagai induk ASN.

"Satu lagi yang merupakan dosen UIN sanksi belum turun. Kami mendapat jawaban jika yang bersangkutan bukan ASN. Maka masih akan kami pertanyakan lagi statusnya. Karena dia merupakan dosen dan pengajar di UIN," imbuhnya.

Sedangkan satu dosen UIN lainnya yang diduga melakukan kampanye melalui media sosial menurutnya saat ini masih dalam tahapan pemeriksaan. Setelah belum lama ini yang bersangkutan dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Dan rata-rata mereka kampanye menggunakan Facebook. Foto dengan pendukung salah satu calon presiden, juga menyampaikan kalimat dukungan dengan menyertakan simbol kampanye," pungkas Alim. 

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->