Warga Pemilik Data Ganda Tak Bisa Miliki E-KTP, Ini Imbauan Dispendukcapil Pemkab Blitar

Kabid Dafduk Dispendukcapil Pemkab Blitar Anggo TH melayani warga yang membereskan data ganda.(Foto :  Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Kabid Dafduk Dispendukcapil Pemkab Blitar Anggo TH melayani warga yang membereskan data ganda.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BATUTIMES - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat ada 2 juta lebih data ganda kependudukan. Keberadaan jutaan data ganda itu ditemukan setelah proses penunggalan yang dilakukan Kemendagri. Data ganda ini ditemukan di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Blitar. Dinas Kependudukan dan  Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Blitar mencatat dalam sehari rata-rata membereskan 8 hingga 10 data ganda.

Kabid Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Pemkab Blitar, Anggo Takdhir Hanudji, mengatakan data ganda disebabkan beberapa faktor. Di antaranya migrasi penduduk dan sosial budaya. “Data ganda di antaranya disebabkan oleh perantau. Di antara mereka banyak yang beberapa waktu bermukin di tanah rantau. Nah, mereka sudah punya NIK di daerah asal melakukan perekaman e-KTP di daerah rantau, jadilah data ganda. Kondisi ini kadang baru ketahuan setelah mereka membutuhkan sesuatu di daerah asal, seperti ingin kembali jadi warga asal di kampung halaman,” ungkap Anggo kepada BLITARTIMES, Jumat (15/3/2019).

Dibutuhkan penunggalan data, karena sesuai aturan Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak boleh ganda. Untuk menangani data ganda, Dispendukcapil Pemkab Blitar bekerja sama dengan Dispendukcapil seluruh Indonesia.

"Lewat  WhatsApp kita punya grup Kabid Dafduk Nusantara. Kita intens komunikasi dan data ganda penduduk dapat terselesaikan dengan cepat. Data ganda bisa kita atasi dengan SKPWNI. NIK dari daerah rantau akan dimutasikan ke Kabupaten Blitar begitupun sebaliknya, yang bersangkutan tidak perlu lagi perekaman dan akan kita cetakkan e-KTP nya,” paparnya.

Jika seorang warga diketahui memiliki data ganda, atau lebih dari dua, maka KTP elektronik miliknya tak bisa dicetak. Pencetakan e-KTP warga terkait baru bisa dilakukan setelah konfirmasi data dilakukan. Pemilik data ganda kependudukan harus melapor ke Dispendukcapil setempat, lalu meminta penunggalan dengan menghapus salah satu datanya.

“Kami mengimbau kepada warga yang memiliki data ganda untuk segera berkoordinasi dengan Dispendukcapil, melapor kepada kami Dispendukcapil Pemkab Blitar. Kami akan bantu administrasi kependudukannya,” tandasnya.

Lebih dalam Anggo menyampaikan, dalam membereskan data ganda pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya sosialisasi yang terus dilakukan melalui media massa dan turun langsung ke masyarakat hingga tingkat desa/kelurahan. “Harapan kami data kependudukan ini semakin akurat dan sempurna,” pungkasnya.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->