Ratusan Pendaftar Rebutan Ikut Seleksi Artificial Intelligent (AI) Academy Kota Malang

Asdep Moneter dan Neraca Pembayaran Kemenko Perekonomian RI, Edi Prio Pambudi dan Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau seleksi AI Academy. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Asdep Moneter dan Neraca Pembayaran Kemenko Perekonomian RI, Edi Prio Pambudi dan Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau seleksi AI Academy. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

BATUTIMES - Seleksi untuk menjadi siswa Artificial Intelligent (AI) Academy pertama di Indonesia yang digelar di Kota Malang, jadi rebutan ratusan pendaftar.

Hari ini (16/3/2019), para pendaftar yang lolos penjaringan mengikuti tes kompetensi digelar di Gedung B Perkantoran Terpadu Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Seperti diketahui, Kemenko Perekonomian RI memilih kota Malang sebagai pilot project program pendidikan AI Academy. 

Akademi khusus kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI) itu didukung oleh Aplikasi BaBe-Baca Berita. 

Para peserta yang terpilih, nantinya akan mengikuti pendidikan gratis dengan pemateri praktisi AI dari berbagai penjuru dunia. 

Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kemenko Perekonomian RI, Edi Prio Pambudi mengungkapkan bahwa program pelatihan kecerdasan buatan ini sebagai bagian revolusi industri 4.0. 

"Di sini kami akan mencoba mencetak anak-anak dengan kemampuan khusus yang dia bisa mengolah data, dan itu bisa menjadi peluang bisnis yang sangat baik," ujarnya saat meninjau langsung proses seleksi.

Dia menyebut, Kota Malang dipilih karena dinilai sangat strategis. Salah satunya, memiliki banyak perguruan tinggi. 

"Terlebih lagi ada program dari Pemkot Malang mewujudkan Malang Smart City, ini menjadi selaras dengan kami di Pemerintah Pusat mengadakan acara ini di Kota Malang," urai Budi, sapaan akrabnya. 

Dalam lima hari pendaftaran, lanjutnya, terdata ada sebanyak 410 pendaftar yang mengajukan diri. 

"Tapi karena kualifikasinya cukup tinggi, sehingga tersaring awal sekitar 60-80 orang dengan kualitas setara dengan peserta kelas-kelas internasional," paparnya. 

Untuk diketahui, peserta yang ikut program AI Academy ini harus memiliki IQ minimal 125. 

"Kami tidak menargetkan berapa nanti (yang lolos) yang penting mereka bisa melampaui batas persyaratan yang nanti diminta oleh pihak penyelanggara, yakni dari Babe," terangnya. 

Babe sendiri, merupakan agregator konten yang menggunakan AI atau kecerdasan buatan. 

Menurut Budi, antusias pendaftar sangat tinggi.

"Pesertanya kan juga tidak hanya dari Malang, bahkan di pendaftaran itu berasal juga dari luar pulau Jawa juga banyak. mereka mempertanyakan kenapa kok di Kota Malang saja. Tapi ini kan prototipe, jadi sangat ketat melakukan seleksi," sebutnya.

Wali Kota Malang Sutiaji menambahkan, pelaksanaan AI Academy tersebut juga merupakan bentuk tanggung jawab pelaksanaan konsep Malang 4.0. 

"Ketika Malang ditunjuk, padahal ini kan banyak (daerah lain) yang berminat, secara otomatis membuat Malang ini semakin dicari, Malang punya potensi dan punya marwah untuk menyongsong 4.0," sebutnya. 

Dia pun berkomitmen akan memberi kesempatan yang luas bagi peserta  akademi untuk mengabdi di Pemkot Malang setelah program selesai.

"Nggak akan menutup kemungkinan akan kami ambil semua (lulusan), sesuai bidang masing-masing karena kita perlu semua," pungkasnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->