Kota Probolinggo Didorong Menyamai Negara Singapura

Menteri PPN Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro (Mengenakan Batik) bersama Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Menteri PPN Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro (Mengenakan Batik) bersama Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Wilayah Kota Probolinggo memang tidak seluas kota dan kabupaten lain. Selain itu, ketersedian wisata alam juga minim sekali. Namun, kendala tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk berkembang. Kota seribu taman ini bisa berkembang pesat seperti kota dan kabupaten yang lebih dulu maju, asal memperhatikan potensi yang dimiliki.

Saran tersebut disampaikan menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro, saat berkunjung ke Kota Probolinggo, Sabtu (16/3). Di depan seluruh OPD (Organisaasi Perangkat Daerah) Camat dan Lurah, di Puri Manggala Bakti, bambang berharap, arah pembangunan Kota Probolinggo di bidang jasa, seperti yang dilakukan Singapura.

Negeri paling kecil luas wilayahnya di Asia Tenggara tersebut mengusung konsep jasa yakni jasa keuangan. Hampir semua lembaga keuangan bank dan non bank yang ada di dunia berkantor di Singapura. Di negeri bersimbul singa inilah transaksi keuangan berpacu, sehingga mamacu Singapura berkembang pesat meninggalkan “Konsep pembangunan Singapura, cocok diterapkan di sini,” tandasnya.

Kota Probolinggo tidak harus seperti Singapura yang dikenal dengan bisnis jasa keuangannya, tetapi harus menyesuaikan dengan potensi wilayahnya. Menurutnya, ada tiga sektor pendukung kota seribu taman ini menjadi Kota Jasa Regional di Jawa Timur. Di antaranya, Taman Nasional Bromo Tengger dan Semeru (TMBTS) “Wisata alam tersebut sudah tak diragukan lagi. Sudah mendunia,” ujarnya. 

Ke depan Kota Probolinggo harus menjadi penyangga atau pintu masuk utama ke obyek wisata alam tersebut. Sektor kedua yakni, ketersediaan Pelabuhan. Meski pelabuhan baru petikemas milik pemprov, namun dampak ekonomi kata Bambang akan dirasakan pemilik wilayah. “Saya lihat saat dari Surabaya ke sini, Pasuruan tetangga Probolinggo sudah banyak berdiri industri. Mereka akan menggunakan fasilitas pelabuhan sini. Karena yang paling dekat,” tambahnya.

Mengenai rencana wali kota yang akan membangun rumah sakit rujukan untuk wilayah tapal kuda, Bambang mendukung dan mengapresiasi rencana tersebut. Pihaknya akan mendukung pembangunannya. “Kami mendukung rencana itu. Coba diajukan di PAK nanti. Kami perhatikan. Untuk pelabuhan, supaya menjadi pelabuhan alternatif di Jawa Timur, selain Tanjung Perak Surabaya,” pintanya.

Sementara itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyambut positif pernyataan dan saran Bambang Brodjonegoro. Kepada wartawan, Hadi mengaku telah menyiapkan lahan sekitar 5 hektar, di Kecamatan Kedopok untuk pembangunan rumah sakit. “Sektor penunjang pelabuhan, juga sudah kami persiapkan. Fasilitas jalan pendukung sudah kami perbaiki dan fasilitas yang lain,” ujarnya

Menurutnya, kedatangan Kepala Bappenas momen penting untuk bersinergi. Selain itu, pemerintah pusat mengetahui langsung kondisi di wilayahnya. Wali kota optimis, ke depan wilayahnya berkembang pesat dan mampu berdaya saing dengan daerah lain yang lebih dulu maju. “Peluang mengejar ketertinggalan dengan kota lain masih bisa dilakukan. Asal kita serius dan berfikir untuk kemajuan kota,” pungkasnya. 

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->